Toyota memperkenalkan Woven City di Jepang pada Selasa, 28 April 2026, sebagai kota eksperimental yang berfungsi sebagai pusat pengujian solusi mobilitas masa depan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan infrastruktur, teknologi mobilitas, dan aktivitas manusia guna membangun ekosistem masyarakat dengan mobilitas yang aman. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi produsen otomotif tersebut menjadi perusahaan mobilitas global.
Dilansir dari Medcom, proyek yang berlokasi di Jepang ini memanfaatkan lahan seluas 50.000 meter persegi pada tahap awal. Luas area pengujian tersebut direncanakan bakal terus berkembang hingga mencapai total 708.000 meter persegi di masa mendatang.
Sebanyak 360 penghuni yang terdiri dari peneliti dan karyawan Toyota mulai menempati kota ini sebagai subjek pengujian. Populasi penduduk di laboratorium hidup ini ditargetkan meningkat hingga mencapai 2.000 orang untuk memaksimalkan riset teknologi secara real-time.
Para penghuni terbagi menjadi dua peran utama, yakni Inventor yang mengembangkan inovasi dan Weaver sebagai pengguna. Seluruh sistem di dalam kota terhubung melalui sensor data guna mendukung pengembangan mobil otonom dan alat transportasi personal lainnya.
"Toyota Woven City berfungsi sebagai rumah bagi penduduk dan peneliti kelas dunia yang diberi kesempatan mengembangkan berbagai teknologi mobilitas masa depan seperti mobil otonom, personal mobility, hingga infrastruktur lalu lintas," kata Takuya Yokohama, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Woven City mengandalkan energi bersih berbasis hidrogen melalui teknologi fuel cell, serupa dengan sistem yang digunakan pada model Toyota Mirai. Teknologi AI Vision Engine juga diterapkan untuk memantau kondisi lingkungan secara langsung demi meningkatkan standar keamanan jalan raya.
Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menekankan bahwa pengembangan solusi mobilitas di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh kecerdasan buatan. Hal ini bertujuan agar layanan transportasi menjadi lebih inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Inisiatif ini dijalankan melalui filosofi kolaborasi global bernama Kakezan untuk melipatgandakan dampak inovasi bersama mitra strategis. Pengujian di Woven City mencakup empat pilar utama pengembangan yang meliputi manusia, barang, informasi, dan energi terintegrasi.