Performa Trent Alexander-Arnold di Real Madrid Disorot Media Spanyol

Bek sayap Trent Alexander-Arnold menjadi sorotan media Spanyol karena dinilai kurang meyakinkan dalam bertahan saat Real Madrid melawan Celta Vigo.

Penampilan bek sayap Trent Alexander-Arnold kembali menjadi perhatian media Spanyol setelah ia berlaga bersama Real Madrid menghadapi Celta Vigo. Meskipun Real Madrid berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, fokus publik justru tertuju pada performa Alexander-Arnold yang dinilai kurang solid dalam aspek pertahanan, seperti dilansir dari Bola.

Sejumlah jurnalis di Spanyol mengemukakan bahwa bek kanan berkebangsaan Inggris tersebut terlihat “tersesat” di lapangan, khususnya saat momen gol balasan Celta Vigo. Kritik ini muncul meski Alexander-Arnold tetap menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam fase menyerang tim.

Dalam pertandingan tersebut, Aurelien Tchouameni mencetak gol pembuka bagi Real Madrid, memanfaatkan situasi sepak pojok pendek yang diberikan oleh Alexander-Arnold. Bek berusia 27 tahun ini juga sempat menciptakan peluang emas untuk Vinicius Junior, yang sayangnya hanya membentur tiang gawang.

Namun, sorotan utama terhadap Alexander-Arnold muncul ketika Celta Vigo berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Borja Iglesias. Gol ini berawal dari umpan panjang yang diarahkan ke sisi pertahanan Alexander-Arnold, di mana pemain Celta memanfaatkan kelemahan sang bek dalam bertahan.

Jose Maria Rodriguez, seorang jurnalis Marca, mengamati bahwa Celta Vigo sangat memahami cara menyerang titik lemah Real Madrid di sisi kanan pertahanan. Ia mengungkapkan, “Celta tahu bagaimana dan di mana melukai Madrid. Hanya dengan satu umpan panjang melewati Trent, Williot mampu mengekspos bek paling tidak berorientasi bertahan di La Liga. Ia berlari lebih cepat, masuk ke dalam kotak, lalu dengan nyaman mengirim umpan tarik untuk diselesaikan Borja Iglesias.”

Penilaian serupa disampaikan oleh jurnalis Marca lainnya, Jose Luis Calderon, yang menyoroti kontras antara kontribusi menyerang dan bertahan Alexander-Arnold. “Dia memberi banyak kontribusi dalam serangan, tetapi juga mengurangi banyak hal dalam pertahanan. Dia sangat lemah saat gol penyama kedudukan Celta,” ujarnya.

Calderon menambahkan, “Swedberg berhasil melewati posisinya, lalu ia kehilangan tempat dalam duel lari. Dia gagal menutup ruang ke dalam dan akhirnya kebobolan lewat umpan tarik yang dimanfaatkan Borja Iglesias.”

Performa Kontras yang Memicu Kritik Tajam

Dalam ulasan performa pemain, Calderon bahkan menilai Alexander-Arnold seolah “memberikan hadiah gol” melalui kontribusinya yang sangat kontras di kedua sisi permainan. Meski demikian, ia juga mengakui umpan panjang luar biasa sang bek yang menciptakan situasi satu lawan satu bagi Vinicius melawan Radu.

Jurnalis lain dari Marca memberikan komentar pedas mengenai aksi bertahan Alexander-Arnold saat terjadinya gol. “Ya Tuhan, Trent. Penampilan bertahan seperti apa yang ditunjukkan pemain Inggris itu pada gol tersebut, jika itu bahkan bisa disebut bertahan,” tulis mereka.

Mereka menguraikan, “Dia lambat, posisinya salah, lalu kehilangan arah di dalam kotak penalti. Ini Trent yang membuat skor menjadi 1-1 lewat kelemahannya di belakang, tetapi juga pemain yang memberi assist kepada Vinicius untuk tembakan yang membentur tiang. Saat memegang bola dan tanpa bola, ceritanya benar-benar berbeda.”

Pada babak pertama, Alexander-Arnold hanya mendapat nilai 4 dari media tersebut. Performanya sedikit membaik setelah jeda, hingga akhirnya mendapat nilai 5 di akhir pertandingan. Media tersebut mencatat bahwa ia “sedikit lebih bisa diandalkan dalam bertahan, atau setidaknya tidak terlalu menderita seperti sebelumnya,” dan beberapa kali membantu serangan Celta Vigo. Namun, performanya masih dianggap satu tingkat di bawah level beberapa minggu sebelumnya.

Pembelaan di Tengah Badai Kritik

Di tengah derasnya kritik, jurnalis Marca Juan Ignacio Garcia-Ochoa tampil membela Alexander-Arnold. Ia menjelaskan bahwa gaya bermain sang bek memang sudah lama dikenal, yakni sangat kuat dalam menyerang tetapi tidak terlalu menonjol dalam bertahan.

“Jangan kaget dengan Alexander-Arnold. Dia memang selalu seperti ini,” kata Garcia-Ochoa. Ia bahkan mengingatkan kembali komentar mantan pelatih Jurgen Klopp saat meninggalkan Liverpool, yang menyebutkan, “Klopp sendiri pernah mengatakannya setelah meninggalkan Liverpool: saya gagal mengajarinya cara bertahan.”

Garcia-Ochoa melanjutkan, “Siapa pun yang sering menonton Liverpool tahu bahwa Trent bukan tipe pemain yang hidup untuk bertahan. Kekuatan utamanya adalah maju ke depan dan mendistribusikan bola dengan umpan-umpan indah. Namun soal bertahan, lupakan saja. Hal itu kembali terbukti pada gol pertama Celta. Pertanyaannya sekarang hanya satu, apakah dia memang tidak bisa atau sebenarnya tidak mau bertahan.”

Ia juga berpesan kepada para pendukung Real Madrid agar tidak sepenuhnya menyalahkan sang pemain. “Jika Anda pendukung Real Madrid dan tidak menyukai performa bertahannya, jangan marah kepada bek Inggris itu. Jika ada yang perlu disalahkan, mungkin orang yang merekrutnya,” pungkas Garcia-Ochoa.

Recommended