UEFA Investigasi Dugaan Rasisme dalam Laga Real Madrid vs Benfica

UEFA memulai investigasi terkait dugaan rasisme yang menimpa Vinicius Junior saat Real Madrid melawan Benfica di Liga Champions.

Dugaan tindakan rasisme kembali mewarnai sepak bola Eropa, terjadi dalam pertandingan play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica. Kontroversi ini membayangi kemenangan tipis Real Madrid.

Vinicius Junior menjadi sorotan setelah mencetak gol tunggal. Selebrasinya berujung pada laporan dugaan komentar rasial dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.

Wasit mengaktifkan protokol anti-rasisme setelah insiden itu, menghentikan pertandingan selama sekitar 10 menit. Kasus ini berpotensi memicu perubahan aturan di level internasional, termasuk oleh FIFA.

Gol Vinicius seharusnya menjadi momen penting bagi Real Madrid. Setelah mencetak gol, ia melaporkan ucapan yang didengarnya dari pemain lawan.

Kylian Mbappe, rekan setim Vinicius, mengaku mendengar Prestianni mengucapkan kata-kata yang merujuk pada penghinaan rasial. "Jika benar ia mengatakan kata itu, maka ia harus mendapatkan larangan bermain pada leg kedua," kata Mbappe.

Investigasi UEFA dan Kemungkinan Hukuman

UEFA telah membuka penyelidikan atas dugaan perilaku diskriminatif ini. Investigasi diperkirakan memakan waktu hingga tiga minggu, memungkinkan Prestianni tampil di leg kedua sebelum keputusan final.

Jika terbukti bersalah, Prestianni terancam larangan bermain hingga 10 pertandingan, sesuai Pasal 14 regulasi disiplin UEFA. Sanksi serupa pernah dijatuhkan kepada Ondrej Kudela atas pelecehan rasial terhadap Glen Kamara.

Wacana Aturan Baru Terkait Perilaku di Lapangan

Mikael Silvestre, bagian dari panel FIFA Players' Voice, mengungkapkan adanya pembahasan mengenai aturan baru terkait pemain yang berbicara sambil menutup mulut.

"Kami berdiskusi serius tentang bagaimana memberi sanksi kepada pemain yang berbicara sambil menutup mulut," ujarnya, menilai tindakan tersebut sering menyembunyikan ucapan yang tidak pantas.

"Mungkin perlu ada sanksi untuk perilaku seperti itu, entah menutup mulut dengan tangan atau dengan kaus seperti yang terjadi dalam insiden tersebut. Kami juga harus berdiskusi dengan para wasit tentang apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan," jelas Silvestre.

Bantahan Benfica dan Penantian Hasil Investigasi

Benfica membantah tuduhan terhadap Prestianni, menyebutnya sebagai kampanye pencemaran nama baik. Klub menyatakan bahwa pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar dengan jelas apa yang mereka klaim.

Prestianni juga membantah telah mengucapkan kata rasis dan menonaktifkan kolom komentar di Instagram. Publik kini menantikan hasil investigasi UEFA, yang berpotensi memperketat aturan terhadap rasisme di sepak bola.

Recommended