Uji Coba Timnas U-17 Indonesia Berujung Kritik, Kurniawan Dwi Yulianto Merespons

Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menghadapi kritik usai lima kekalahan uji coba. Pengamat minta dukungan, bukan penghukuman.

Kurniawan Dwi Yulianto menghadapi tantangan serius dalam perjalanan kepelatihannya bersama Timnas Indonesia U-17. Sorotan tajam muncul setelah skuad Garuda Muda menelan lima kekalahan beruntun dalam serangkaian uji coba internasional, sebuah catatan yang memicu kekhawatiran di kalangan pecinta sepak bola.

Mantan striker legendaris Timnas Indonesia ini dipercaya memimpin Mierza Firjatullah dan kawan-kawan menuju Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi. Ajang tersebut merupakan pintu gerbang untuk lolos ke Piala Dunia U-17 2026 di Qatar.

Musim lalu, di bawah arahan Nova Arianto, Timnas Garuda Muda berhasil menembus putaran final Piala Dunia U-17. Kondisi ini membuat Kurniawan, yang akrab disapa Kurus, diharapkan mampu melanjutkan tradisi positif tersebut.

Lima kekalahan yang dialami Timnas Indonesia U-17 termasuk dua laga melawan China U-17 dengan skor 0-7 dan 2-3 di Tanah Air. Selain itu, tiga hasil negatif didapat saat melakoni laga persahabatan di Thailand, yakni kalah dari Korea Selatan U-17 (0-7), India U-17 (0-3), dan tuan rumah Thailand U-17 (2-3). Keempat negara ini merupakan kontestan Piala Asia U-17 mendatang.

Menanggapi berbagai komentar negatif terkait hasil uji coba Timnas Indonesia U-17, pengamat sepak bola Raja Isa Raja Akram Syah angkat bicara. Menurutnya, respons tersebut tidak kondusif bagi perkembangan sepak bola remaja di Indonesia.

"Soal komentar negatif dari hasil uji coba Timnas Indonesia U-17 itu, saya menilai satu hal yang tidak baik untuk sepak bola remaja Indonesia. Menurut saya masih terlalu awal menghukum Kurniawan dan tim kepelatihan. Dukung terus dan biarkan mereka bekerja dengan tenang," kata Raja Isa seperti dilansir dari Bola.

Raja Isa juga membandingkan proses persiapan tim di bawah kendali Kurniawan dan Nova Arianto. "Orang pasti mengkomparasi prestasi Kurus dengan Nova Arianto. Durasi persiapan mereka berbeda. Materi pemain dan jam terbang internasional tim dulu dan sekarang berbeda. Timnas Indonesia U-17 saat ini masih mentah dan kurang pengalaman bermain dengan tekanan tinggi," jelasnya.

Motivasi untuk Perbaikan

Pelatih yang pernah menukangi PSM dan Persipura itu berharap Kurniawan Dwi Yulianto dapat menjadikan hasil buruk ini sebagai motivasi serius untuk memperbaiki tim. Tujuannya agar tim mampu bersaing di turnamen sesungguhnya.

"Semoga rapor merah Timnas Indonesia U-17 ini tak membuat Kurniawan dan staf kepelatihan putus asa. Dia harus berpikir logis. Mengevaluasi dan cari solusi atas prestasi buruk di uji coba itu," ujarnya.

Kurniawan Dwi Yulianto sendiri menilai seluruh lawan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 tidak dapat dianggap enteng. Hasil undian menempatkan Garuda Muda satu grup dengan Timnas Vietnam U-17 dan Timnas Malaysia U-17.

Tanggung Jawab Kolektif

Raja Isa mengungkapkan keyakinannya bahwa pemangku jabatan di PSSI tidak akan tinggal diam melihat performa Timnas Indonesia U-17 saat ini. "PSSI punya orang-orang hebat di BTN, Dirtek, dan pemandu bakat. Mereka harus diskusi untuk mencari solusi perbaikan Timnas Indonesia U-17. Jadi kegagalan sementara ini jadi tanggung jawab kolektif," paparnya.

Ia menambahkan, Piala AFF U-17 yang akan digelar di Gresik dan Sidoarjo pada 13-19 April mendatang, akan menjadi ujian terakhir bagi Timnas Indonesia U-17 sebelum terjun di fase Grup B Piala Asia U-17 Arab Saudi. Di grup tersebut, Indonesia akan menghadapi China U-17, Qatar U-17, dan Jepang U-17.

Recommended