Spekulasi mengenai masa depan Harry Kane di Bayern Munchen menjadi sorotan publik, terutama dengan kontraknya yang akan berakhir pada musim panas 2027. Striker asal Inggris ini menunjukkan performa luar biasa musim ini, mencetak 48 gol dari 40 pertandingan untuk Bayern.
Performa impresif tersebut menarik minat sejumlah klub besar, termasuk Barcelona dan beberapa klub dari Arab Saudi, seperti dikutip dari Bola. Namun, Presiden kehormatan Bayern Munchen, Uli Hoeness, dengan tegas menepis rumor transfer tersebut.
Hoeness mengungkapkan bahwa banderol Kane akan sangat tinggi, mencapai £200 juta atau setara Rp4,5 triliun. Pernyataan ini bertujuan untuk menghalau klub-klub peminat yang ingin memboyong mantan striker Tottenham Hotspur tersebut.
Meskipun ada spekulasi yang muncul karena klausul pelepasan Kane sempat turun menjadi £57 juta pada Januari lalu, Hoeness menjelaskan mengapa klausul tersebut tidak berlaku. Klausul tersebut akan aktif jika Kane memberi tahu Bayern tentang niatnya hengkang sebelum akhir Januari 2026.
Namun, pemain berusia 32 tahun itu tidak melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, Hoeness meyakinkan bahwa Kane tidak akan pergi ke mana pun dari Allianz Arena.
Dalam wawancara dengan Kicker, yang juga dilansir dari Mirror pada Senin (30/3/2026), Hoeness menyatakan, "Dia (Kane) tidak mengaktifkan klausul pelepasannya, yang berarti dia pasti akan tetap terikat kontrak di sini hingga musim panas 2027."
Hoeness menambahkan bahwa berdasarkan informasi dan perasaannya, Kane dan keluarganya merasa sangat nyaman di Munchen. "Anda tidak pernah tahu jika ada klub dari Arab Saudi yang datang dengan tawaran besar, tetapi saat ini dia merasa sangat betah," imbuhnya.
Dengan dukungan pemain-pemain kunci seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Reece James yang juga menunjukkan performa konsisten, Timnas Inggris menatap Piala Dunia 2026 dengan kekuatan penuh di bawah asuhan Thomas Tuchel. Kane dianggap sebagai salah satu pilar utama yang menjadi harapan besar bagi skuad Inggris.