Kelompok suporter setia Timnas Malaysia, Ultras Malaya, mengumumkan keputusan resmi untuk memboikot seluruh pertandingan skuat Harimau Malaya mulai Jumat (1/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras atas kegagalan tata kelola federasi dan skandal dokumen palsu pemain naturalisasi.
Aksi boikot tersebut dilatarbelakangi oleh tuntutan pencabutan status kewarganegaraan terhadap tujuh pemain naturalisasi yang dinilai bermasalah. Ketujuh pemain tersebut adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Dilansir dari Bola, para pemain tersebut diproses oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada tahun 2025. Namun, berdasarkan putusan FIFA, proses naturalisasi mereka terbukti menggunakan dokumen palsu yang melanggar aturan internasional.
Skandal ini memberikan dampak besar bagi prestasi sepak bola Negeri Jiran, termasuk pengurangan poin penting di klasemen dunia. Akibat kehilangan poin tersebut, Timnas Malaysia dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Asia 2027.
Ultras Malaya membagi tahapan boikot ke dalam dua fase berbeda. Fase pertama yang dimulai efektif sejak pengumuman ini akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan sasaran utama pertandingan tim nasional di semua level usia.
"Sehubungan dengan itu, kami secara bulat memutuskan untuk melaksanakan boikot fase 1, yaitu memboikot seluruh pertandingan yang melibatkan tim nasional Malaysia, berlaku efektif segera," ujar pihak Ultras Malaya dalam pernyataan resminya.
Selain pencabutan status kewarganegaraan pemain, massa suporter juga menuntut pengembalian pengelolaan tim nasional sepenuhnya kepada FAM. Mereka juga mendesak adanya reformasi total dalam sistem sepak bola Malaysia yang dianggap telah rusak secara sistemik.
Apabila ketiga tuntutan tersebut tidak dipenuhi hingga batas waktu 31 Agustus 2026, kelompok ini mengancam akan memulai boikot fase kedua. Tahapan berikutnya ini direncanakan akan lebih luas karena mencakup seluruh ekosistem kompetisi domestik di Liga Malaysia.
Ultras Malaya menegaskan bahwa aksi ini dilakukan demi masa depan sepak bola Malaysia yang lebih jujur dan tertata. Mereka menolak segala bentuk pemanfaatan sepak bola untuk kepentingan pribadi atau ambisi pengaruh pihak tertentu yang merugikan integritas olahraga.