Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi melepas 3.024 wisudawan dalam pelaksanaan Wisuda Periode I Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 17 April 2026. Pada hari pertama, sebanyak 1.099 lulusan yang terdiri atas program Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana mengikuti prosesi pengukuhan di Jakarta.
Rektor UMI, Hambali Thalib, menjelaskan bahwa para lulusan periode ini mencakup 2.030 orang jenjang Sarjana (S1), 545 lulusan Pendidikan Profesi, 372 Magister, 66 Doktor, dan 11 orang Diploma III. Data tersebut dilansir dari Medcom sebagai bagian dari pencapaian akademik universitas.
"Wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pertemuan antara perjuangan mahasiswa, pengorbanan orang tua, dan pertolongan Allah yang akhirnya berbuah gelar," kata Hambali Thalib, Rektor UMI.
Hingga saat ini, UMI tercatat memiliki 117 guru besar, yang menjadikan instansi ini sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia. Kampus ini juga merupakan perguruan tinggi pertama di luar Pulau Jawa yang berhasil meraih akreditasi Unggul.
Pengembangan akademik terus dilakukan melalui pembukaan berbagai program studi baru, termasuk Magister Teknik Industri dan Magister Kenotariatan yang menjadi pionir bagi PTS di wilayah Indonesia Timur. UMI juga berencana membuka program Doktor Teknik Sipil hingga Magister Biomedik dalam waktu dekat.
Pada skala internasional, UMI membina 16 mahasiswa asing dari berbagai negara, termasuk Palestina dan Aljazair. Selain itu, terdapat 35 calon mahasiswa internasional yang telah mendaftar melalui Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang tahun ini.
Berdasarkan pemeringkatan tahun 2026, UMI menempati posisi ke-66 nasional versi Webometrics dan peringkat ke-73 nasional menurut UniRanks. Di bidang riset, dosen UMI memenangkan 85 judul Program Bantuan Insentif Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dari pemerintah pusat.
Hambali menekankan komitmen universitas untuk tetap menyediakan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan berbagai skema beasiswa guna memastikan kendala ekonomi tidak menghentikan harapan generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi.