Foto Kerusakan Pesawat Intelijen AS E-3 Sentry Akibat Serangan Iran

Foto-foto terverifikasi menunjukkan kerusakan parah pada pesawat E-3 Sentry AWACS AS di Pangkalan Udara Prince Sultan Air Base, Arab Saudi, setelah serangan Iran pada 27…

Sebuah pesawat komando dan kendali canggih milik Angkatan Udara Amerika Serikat, E-3 Sentry AWACS (airborne early warning and control system), dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Insiden ini terjadi akibat serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran pada 27 Maret di Pangkalan Udara Prince Sultan Air Base, Arab Saudi.

Kebenaran informasi mengenai kerusakan tersebut kini telah dikonfirmasi. Sejumlah foto yang telah diverifikasi menunjukkan kondisi pesawat yang mengalami kehancuran parah. Gambar-gambar ini, yang pertama kali beredar melalui halaman Facebook penyiar berita militer AS, memperlihatkan E-3 Sentry terbelah menjadi dua bagian.

DetikINET, mengutip laporan BBC, menyatakan bahwa foto-foto tersebut diambil di Prince Sultan Air Base, yang berlokasi sekitar 100 km tenggara Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Karakteristik visual dalam foto, seperti tiang penyangga, unit penyimpanan, dan marka area beraspal, memiliki kesesuaian dengan citra satelit yang ada. Hingga saat ini, Komando Pusat AS (US Central Command) belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Pejabat AS mengungkapkan kepada Reuters bahwa serangan Iran tersebut menyebabkan 12 personel AS terluka, dengan dua di antaranya mengalami luka serius. Laporan dari Wall Street Journal juga menyebutkan bahwa setidaknya dua pesawat pengisian bahan bakar AS turut rusak dalam serangan itu. Sementara itu, kantor berita Fars yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim drone Shahed berhasil menghantam pesawat E-3.

Dalam salah satu foto yang diverifikasi, nomor ekor pesawat terlihat jelas. Melalui nomor identifikasi ini, situs pelacak penerbangan Flightradar24 menunjukkan bahwa pesawat E-3 tersebut sempat melakukan penerbangan di dekat pangkalan pada tanggal 18 Maret, sebelum insiden serangan terjadi.

Pesawat Boeing E-3 AWACS, yang dikembangkan dari pesawat penumpang Boeing 707, memiliki ciri khas piringan radar berputar di bagian atas badannya. Sistem radar ini memungkinkan pesawat mendeteksi dan melacak potensi target dari jarak jauh, memberikan peringatan dini akan ancaman selama operasi tempur.

Pesawat ini merupakan aset penting yang menyediakan informasi vital bagi komandan operasi udara untuk menjaga kendali dalam pertempuran udara. E-3 AWACS mulai beroperasi pada tahun 1977 dan diperkirakan akan tetap digunakan hingga tahun 2035. Kehilangan pesawat sekelas AWACS ini dianggap sebagai pukulan serius bagi kemampuan militer AS.

Menurut analis militer Cedric Leighton, seorang mantan kolonel Angkatan Udara AS yang pernah menerbangkan pesawat serupa, dampak dari kerusakan ini sangat signifikan. "Berpotensi berdampak pada kemampuan (AS) dalam mengendalikan pesawat-pesawat tempur dan mengarahkannya ke target atau melindungi pesawat-pesawat tersebut dari serangan pesawat musuh dan sistem rudal," ujarnya.

Recommended