Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Eko Saputra dalam pertandingan antara Persib melawan Persebaya Surabaya. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (2/3/2026) itu berakhir imbang 2-2.
Umuh mengaku sudah memprediksi bahwa kinerja wasit dalam laga tersebut akan menjadi sorotan. Bahkan, ia telah mengingatkan potensi kontroversi sebelum pertandingan dimulai.
"Saya bilang ini hati-hati bermasalah. Akhirnya kejadian begini. Wasit akhirnya viral seperti yang saya katakan," ucap Umuh kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Menurut Umuh, banyak keputusan Eko Saputro yang merugikan Persib Bandung. Beberapa momen dianggap janggal dan memicu protes dari tim Maung Bandung.
"Wasit seperti kelihatan sekali sudah ada yang menjamin gitu. Dia seperti sudah ada jaminan, dia tidak akan dipecat atau diberhentikan dari wasit gitu. Wasit laga-laga sebelumnya sudah bagus, tetapi tercoreng dengan wasit seperti ini," ungkapnya.
Umuh menyoroti dua momen krusial, yakni dianulirnya gol Kakang Rudianto dan benturan Bruno Moreira dengan Federico yang berujung penalti untuk Persebaya.
"Itu sudah dekat dan sudah jelas. Kalau kita cetak gol wasit cek VAR, apapun cek VAR. Ini yang tidak jelas. Yang penalti itu kan tidak ada pelanggaran, itu hanya duel," jelas Umuh.
Umuh juga menyinggung kartu kuning yang diberikan kepada pelatih Bojan Hodak. Menurutnya, Bojan tidak melakukan protes berlebihan, tetapi wasit langsung mengeluarkan kartu.
"Bojan juga sudah enggak bisa ngomong banyak karena teriak apa-apa langsung di kartu kuning. Lucu kan aneh gitu. Jadi kaya ada rencana Bojan gerak langsung di kartu. Wajar kalau pelatih teriak karena kecewa," terangnya.
Surat Keberatan Dilayangkan ke PSSI
Umuh memastikan pihaknya akan melayangkan surat keberatan kepada PSSI atas kinerja wasit Eko Saputra. Ia berharap pertandingan besar ke depannya dipimpin oleh wasit asing.
"Saya sudah bikin surat keberatan. Kalau pertandingan besar seperti ini, minimal wasit asing kan kita ada wasit asing yang sudah kontrak. Kalau ada orang asing yang mimpin itu normal," ujarnya.
Terlepas dari kontroversi, Umuh mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Meski sempat tertinggal 0-1, pasukan Bojan Hodak menunjukkan semangat juang tinggi.
"Kalau permainan mah sudah puas. Saya kan kasih motivasi mereka, kamu bisa kejar, pemain harus ada keinginan untuk menang. Kita juga sebenarnya punya banyak peluang, sempat ada yang kena tihang gawang," kata Umuh.