UNJ Perketat Pengawasan UTBK SNBT 2026 Guna Cegah Kecurangan

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperketat sistem pengawasan ujian untuk memastikan integritas UTBK SNBT 2026 yang diikuti 35.000 peserta.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengeklaim belum menemukan adanya praktik kecurangan hingga hari ketiga pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pada Kamis, 23 April 2026. Keberhasilan ini disebut sebagai hasil dari penerapan sistem pengawasan ketat terhadap puluhan ribu peserta sejak hari pertama ujian dimulai.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar, menyatakan bahwa sterilisasi dilakukan secara berlapis untuk menutup celah kecurangan. Dilansir dari Medcom, pemeriksaan intensif diterapkan kepada setiap peserta sebelum memasuki ruang ujian guna memastikan tidak ada alat komunikasi atau perangkat elektronik terlarang yang dibawa masuk.

"Sampai hari ketiga ini kami belum menemukan potensi kecurangan," kata Ifan Iskandar, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ di Jakarta, Kamis, 23 April 2026. Pengetatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi berkaca pada berbagai modus kecurangan yang sempat ditemukan pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Selain pemeriksaan fisik secara manual, UNJ juga memperkuat infrastruktur teknologi informasi (IT) untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan secara digital. Sistem keamanan komputer yang digunakan mampu mengidentifikasi keberadaan perangkat lunak asing yang mencoba menyusup ke dalam jaringan ujian secara otomatis.

Ifan menjelaskan bahwa jika terdapat software asing yang aktif selama proses pengerjaan soal, sistem akan langsung memberikan deteksi dini kepada pengawas. Langkah teknis ini diambil untuk menjaga integritas hasil ujian yang menjadi penentu kelulusan calon mahasiswa baru di tingkat nasional tersebut.

Pelaksanaan pengawasan di lingkungan UNJ dilakukan secara terintegrasi dengan mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan oleh panitia nasional. Hal ini bertujuan agar kualitas pengawasan di setiap lokasi ujian memiliki standar yang seragam dan transparan bagi seluruh peserta.

Tahun ini, UNJ menghadapi tantangan besar dengan total jumlah peserta yang mencapai sekitar 35.000 orang. Kendati jumlah peminat sangat besar, pihak kampus mengeklaim seluruh tahapan distribusi soal hingga pengawasan di dalam ruangan tetap berjalan kondusif tanpa kendala teknis yang berarti.

Pihak universitas menyatakan komitmennya untuk terus mempertahankan efektivitas pengawasan ini hingga seluruh rangkaian jadwal ujian selesai. Optimalisasi sistem ini diharapkan dapat menjamin rasa keadilan bagi seluruh peserta yang bersaing memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri.

Recommended