Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat pada Selasa, 21 April 2026.
Kesepakatan ini mencakup berbagai program pengembangan akademik, mulai dari pemberian beasiswa bagi mahasiswa, penyediaan posisi magang bagi dosen dan mahasiswa, hingga pendanaan riset dan dukungan tugas akhir. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di lingkungan kampus sebagaimana dilansir dari Medcom.
Ketua Dewan Komisaris LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa Unpad merupakan mitra penting karena kontribusi lulusannya terhadap institusi. Saat ini terdapat 42 alumni Unpad yang bekerja di LPS, atau setara dengan 7 persen dari total pegawai.
"Kami fokus melaksanakan kerja sama dengan 12 kampus di Indonesia, termasuk Unpad. Ini kampus dengan lulusan terbanyak ketiga di LPS setelah UI dan UGM," ujar Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisaris LPS.
Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, menyambut baik komitmen LPS dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan tenaga pengajar. Menurutnya, kerja sama ini sangat strategis mengingat peran vital LPS dalam sistem stabilitas keuangan nasional.
Arief juga membuka kesempatan bagi staf LPS untuk menempuh pendidikan lanjutan di Unpad sebagai bagian dari pertukaran sumber daya manusia. Selain pendidikan formal, fokus utama sinergi ini adalah pada pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan.
Penandatanganan dokumen dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Faris Azhar Nasution, bersama Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Rizky Abdulah. Agenda ini disaksikan oleh jajaran pimpinan kedua institusi, termasuk para dekan dari berbagai fakultas di Unpad.