Rivalitas antara Manchester United (MU) dan Liverpool ternyata menyimpan cerita menarik di luar lapangan. Manajer legendaris MU, Sir Alex Ferguson, dikabarkan sempat mengabaikan seorang pemain Liverpool selama lebih dari dua dekade.
Ferguson disebut merasa kesal setelah mendengar komentar yang dinilainya tidak sopan dari pemain tersebut.
Insiden ini bermula pada pengujung musim 1991/1992, saat Gary McAllister masih bermain untuk Leeds United. McAllister menceritakan bahwa ia menonton laga Liverpool vs MU bersama rekan setimnya, termasuk Eric Cantona, di rumah Lee Chapman.
Leeds berpeluang juara jika MU kalah, dan Liverpool akhirnya menang 2-0. Saat suasana pesta berlangsung, McAllister membuat komentar spontan yang ternyata didengar langsung oleh Ferguson.
“Saya bisa mendengar komunikasi dari ruang siaran di Anfield,” kata McAllister dalam wawancara dengan Sport & Fitness Middle East pada 2017.
McAllister berseloroh, “Wajah merah besar itu, seperti biasa tidak terlalu anggun dalam kekalahan," saat Ferguson muncul di TV dan berkata, ‘Saya ingin menegaskan, Leeds tidak memenangkan liga, Manchester United yang kehilangannya.'
Namun, legenda MU, Denis Law, yang saat itu menjadi komentator, memperingatkan McAllister bahwa Ferguson bisa mendengarnya.
Akibatnya, Ferguson tidak pernah menyapa McAllister selama lebih dari 20 tahun. "Dia berjalan melewatiku di bandara Lithuania dan hotel di Albania, tapi tak pernah sekalipun menoleh ke arahku,” kenangnya.
Berdamai pada 2006
Hubungan keduanya membaik pada 2006, ketika istri McAllister, Denise, meninggal dunia karena kanker. “Inilah ukuran sejati seorang Alex Ferguson,” ujar McAllister.
Ferguson bahkan mengundangnya ke pusat latihan Carrington dan memberikan akses untuk datang ke Old Trafford kapan pun ia mau.
“Kartu ucapan belasungkawa pertama yang aku terima datang dari istrinya,” tambah McAllister.
McAllister menyimpulkan, “Di lapangan dia keras dan penuh ambisi, tapi di balik itu ada sisi lembut yang luar biasa. Selama 20 tahun aku seolah tidak ada, tapi akhirnya aku tahu siapa dia sebenarnya.”