Dua pembalap Indonesia akan berpartisipasi penuh di Kejuaraan Dunia Balap Motor 2026. Mario Suryo Aji akan menjalani musim kelimanya, sementara Veda Ega Pratama akan debut di kelas Moto3.
Veda Ega Pratama dapat berlaga di Moto3 2026 setelah meraih posisi runner-up di Red Bull Rookies Cup 2025. Ia akan bergabung dengan Honda Team Asia meski masih berusia 17 tahun.
Bakat Veda tidak datang begitu saja. Darah balap mengalir dari ayahnya, Sudarmono, seorang pembalap nasional.
Veda mengungkapkan bahwa ayahnya adalah sosok yang membuatnya menyukai dunia balap.
"Kalau apa yang bisa bikin aku jadi senang dengan dunia balap, ya pastinya ayah saya. Karena memang ayah saya kan pembalap, mantan pembalap juga dulu," kata Veda Ega Pratama.
Veda menambahkan, ketertarikannya pada balap muncul saat sering melihat ayahnya berlatih. Awalnya, ia justru tertarik pada motocross.
"Terus ya sering lihat ayah latihan dulu, terus saya jadi ingin. Tapi dulu inginnya malah balap motocross, bukan balap road race. Dulu sering nonton di Youtube, balap motocross yang jumping, seri gitu," tambahnya.
Hingga kini, Veda masih berlatih bersama ayahnya. Ia juga mengingat pesan sang ayah yang akrab disapa Momon:
"Pesannya kalau ayah saya, dia mengajarkan seperti apa yang dia lakukan dulu tapi jangan saya tiru. Terus yang salah dibenerin gitu," ujar Veda Ega Pratama.
Target di Moto3 2026
Veda Ega Pratama mengakui persaingan di Moto3 2026 akan sangat ketat. Ia memilih untuk tidak memasang target terlalu tinggi di musim pertamanya.
Menurut Veda, salah satu faktor yang membuat persaingan ketat adalah banyaknya pembalap berpengalaman.
"Menurut saya kalau motor kan sama ya seperti yang saya pakai di tahun ini pada JuniorGP. Tapi mungkin kalau yang di Moto3 itu tahun motornya yang lebih baru jadi lebih ke update yang terbaru gitu," Veda Ega Pratama menuturkan.
Ia juga melihat ini sebagai tantangan baru karena ajang ini diikuti oleh pembalap terbaik dunia.
"Ya mungkin bakal jadi tantangan baru bagi saya karena memang ini kan balapan dunia. Jadi diikuti semua pembalap terbaik di dunia. Kalau dilihat banyak pembalap berpengalaman yang tahun depan masih balap di situ. Lalu ada rookie di Moto3 2025 yang sempat balapan bareng saya performanya juga bagus," tambahnya.