Pembalap Honda Team Asia asal Indonesia, Veda Ega Pratama, menargetkan kebangkitan pada seri keempat balapan Moto3 2026 di Circuito de Jerez, Spanyol, yang dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026.
Target tersebut dicanangkan setelah tren positif pembalap berusia 17 tahun ini terhenti pada seri ketiga di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat akhir pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Bola.
Veda Ega Pratama gagal menyelesaikan balapan di Amerika Serikat setelah mengalami kecelakaan, padahal dirinya sedang berada dalam posisi bersaing untuk memperebutkan podium seperti saat finis ketiga pada seri kedua di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil.
"Tentu saja saya kecewa, karena saya pikir di COTA kami memiliki kesempatan yang baik, tetapi ini juga bagian dari pembelajaran dan mendapatkan pengalaman," kata Veda Ega Pratama.
Kegagalan finis tersebut menjadi evaluasi penting bagi pembalap muda ini dalam menjalani musim perdananya di kompetisi Moto3.
"Saya akan mengambil ini sebagai pelajaran penting dan kembali lebih kuat di Jerez," tambahnya.
Terkait insiden di COTA, kegagalan meraih poin tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis saat melintasi tikungan, di mana sepeda motor kehilangan kendali akibat akselerasi yang terlalu cepat.
“Tapi saya membuat kesalahan. Saya sedikit melebar dan membuka gas terlalu cepat saat masih miring, lalu kehilangan kendali,” jelasnya.
Sirkuit Jerez sendiri bukan trek asing bagi Veda Ega Pratama karena ia pernah meraih podium ketiga pada Race 1 ajang Red Bull Rookies Cup musim lalu di lintasan tersebut.
Pengalaman tampil kompetitif di sirkuit baru seperti Goiania dan COTA menjadi modal tambahan bagi sang pembalap, yang sebelumnya mengungkap Marc Marquez dan Jett Lawrence sebagai inspirasi dalam debut Moto3 2026 ini.