Pembalap utama Red Bull Racing, Max Verstappen, secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap kondisi tim di ajang Formula 1 (F1) pada pertengahan April 2026. Situasi ini muncul setelah performa mobilnya dinilai merosot tajam akibat penerapan regulasi teknis baru musim ini.
Hingga seri ketiga yang berlangsung di Australia, China, dan Jepang, Verstappen tercatat baru mengumpulkan 12 poin. Dilansir dari Bola, jumlah tersebut membuat juara dunia empat kali itu tertinggal jauh dari pemuncak klasemen sementara, Kimi Antonelli, yang telah mengoleksi 72 poin.
Hasil terbaik yang diraih Verstappen sejauh ini adalah finis di urutan keenam pada seri pembuka di Australia. Setelah kegagalan tersebut, ia sempat gagal menyentuh garis finis di balapan berikutnya dan hanya mampu menempati posisi kedelapan dalam GP Jepang.
Frustrasi terhadap hasil balapan yang minim, Verstappen mulai mempertimbangkan masa depannya di dunia balap profesional. Ia mengkritik aturan baru yang diterapkan musim ini dan membuka kemungkinan untuk meninggalkan kompetisi F1 lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.
"Secara pribadi, saya sangat bahagia. Anda juga menunggu 24 balapan, kali ini 22. Lalu, Anda mulai berpikir, apakah ini sepadan?" ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen juga mempertanyakan apakah ia lebih menikmati waktu bersama keluarga dan teman-teman dibandingkan berada di lintasan balap saat performanya sedang menurun. Pernyataan tersebut memicu spekulasi mengenai pengganti potensial di dalam struktur tim Red Bull.
Mantan pembalap F1, Johnny Herbert, memberikan analisis bahwa Red Bull sebenarnya tidak perlu khawatir jika Verstappen benar-benar memilih hengkang. Herbert menyebut nama pembalap muda Arvid Lindblad sebagai kandidat yang memiliki elemen tepat untuk mengisi posisi tersebut.
Selain Lindblad, nama Isack Hadjar juga muncul sebagai opsi internal lain yang dinilai memiliki ambisi besar untuk bersaing di level tertinggi. Herbert menekankan bahwa infrastruktur dan mentalitas tim di balik layar jauh lebih penting daripada sekadar mencari sosok pembalap baru.
Hingga saat ini, manajemen Red Bull belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman pensiun dini dari pembalap andalannya tersebut. Tim kini fokus mempersiapkan diri menghadapi seri balapan berikutnya untuk memperbaiki posisi di klasemen konstruktor.