Tim nasional Indonesia masih bergulat dengan masalah klasik yang belum terpecahkan, yaitu absennya penyerang tengah berkualitas tinggi atau yang dikenal sebagai pemain nomor 9. Selama ini, skuad Garuda, seperti yang dilansir dari Bola, cenderung hanya mengandalkan Ole Romeny di lini depan.
Ketergantungan ini memunculkan pekerjaan rumah besar bagi lini serang, termasuk saat berlaga di ajang FIFA Series 2026. Absennya opsi penyerang lain yang dapat mendampingi Ole Romeny membuat pelatih John Herdman terpaksa menunjuk Ramadhan Sananta sebagai duet dalam formasi 3-4-3.
Namun, penampilan Ramadhan Sananta dalam dua pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria, memperlihatkan kesulitan dalam mencetak gol. Penyerang yang saat ini berkarier di Brunei Darussalam itu dinilai belum mampu mengimbangi permainan Ole Romeny.
Melihat hasil FIFA Series tersebut, muncul desakan agar PSSI segera mengambil langkah pencarian striker atau pemain nomor 9 yang tangguh. Hal ini krusial mengingat Timnas Indonesia akan menjalani serangkaian laga internasional penting, termasuk Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Januari-Februari mendatang.
Sebelumnya, PSSI dikabarkan berencana melakukan naturalisasi terhadap beberapa pemain keturunan Indonesia yang merumput di Eropa. Dua di antaranya adalah penyerang, yakni Dean Zandbergen dari VVV Venlo (Belanda) dan Luke Vickery dari Macarthur FC (Australia).
Analisis Pengamat Sepak Bola Nasional
Ronny Pangemanan, seorang pengamat sepak bola nasional, menyoroti bahwa krisis striker ini memerlukan penanganan cepat. "Cuma masalahnya ada penyelesaian akhir. Itu akan selalu menjadi masalah," kata Ronny Pangemanan, dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV.
Menurut Ronny, permasalahan ini sudah terjadi sejak lama dan menjadi tugas federasi untuk segera menemukan pemain nomor 9 yang sesuai. "Bukan saja dari sekarang, tapi dari kemarin-kemarin juga. Makanya ini menjadi tugas bagi federasi untuk mencari lebih cepat siapa pemain yang nomor 9?" tambahnya.
Pengamat yang akrab disapa Ropan ini juga menilai bahwa dua striker yang ada saat ini, Ramadhan Sananta dan Mauro Zijlstra, belum bisa sepenuhnya diandalkan sebagai tumpuan utama lini serang.
"Ramadhan Sananta tidak akan mampu bermain di situ. Ya, bukan berarti dia jelek. Tapi saya pikir, masih ada pemain lain. Termasuk mungkin dengan Mauro Zijlstra juga," ujar Ropan. Ia menekankan pentingnya evaluasi pemain.
Pentingnya Striker Baru untuk Piala Asia 2027
Mengingat Piala Asia 2027 merupakan agenda penting bagi PSSI, kehadiran striker baru dianggap harus segera direalisasikan. Meskipun Mauro Zijlstra sempat mencetak gol di FIFA Series, kebutuhan akan penyerang yang memiliki kapasitas sepadan dengan Ole Romeny sangatlah mendesak.
"Walau pun kemarin Mauro Zijlstra sempat mencetak gol di FIFA Series. Tapi memang harus ada pemain-pemain yang dilihat karena ke depan kan ada Piala Asia. Itu kan tujuannya ke situ, di Januari-Februari itu di Arab Saudi," tutur Ropan.