Masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mulai meningkatkan penggunaan minyak goreng merek JAR produksi PT Jhonlin Agro Raya Tbk pada Senin (4/5/2026). Produk lokal ini semakin diminati karena dinilai memiliki kombinasi kualitas kejernihan yang stabil dan harga yang terjangkau bagi rumah tangga.
Kenaikan minat konsumen terhadap produk tersebut dipicu oleh ketahanan minyak yang tidak mudah berubah warna meskipun telah digunakan berulang kali. Sebagaimana dilansir dari Medcom, aspek efisiensi ini menjadi pertimbangan utama warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar.
Qamariah, salah satu warga setempat, memberikan kesaksian bahwa dirinya telah beralih ke merek tersebut sejak awal kemunculannya. Ia menjelaskan bahwa produk ini tetap terlihat bersih dan tidak cepat menghitam setelah beberapa kali proses penggorengan.
Senada dengan hal tersebut, konsumen lain bernama Rose menekankan bahwa keunggulan lain terletak pada karakteristik minyak yang tidak mudah menempel pada makanan. Menurutnya, penggunaan produk ini jauh lebih hemat dibandingkan dengan beberapa merek lain yang pernah ia gunakan sebelumnya.
Daya tarik minyak goreng ini tidak hanya menyasar sektor rumah tangga, tetapi juga mulai merambah ke pelaku usaha mikro (UMKM). Para pengusaha kuliner skala kecil di Tanah Bumbu mulai memanfaatkan efisiensi produk ini untuk menekan biaya operasional harian mereka.
"Perusahaan berupaya menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau," kata Temmy Iskandar, Direktur Keuangan Jhonlin Agro Raya. Penegasan tersebut merupakan bagian dari komitmen manajemen untuk menjaga standar kualitas sekaligus memperluas jangkauan distribusi produk.
Pihak manajemen PT Jhonlin Agro Raya Tbk menyatakan akan terus memastikan ketersediaan pasokan agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Penguatan distribusi dilakukan guna mempertahankan posisi produk sebagai salah satu pilihan utama kebutuhan dapur di wilayah Kalimantan Selatan.