Keamanan laptop dan ponsel sering menjadi fokus utama, namun perangkat lain seperti printer sering terabaikan.
Selain itu, pembaruan perangkat lunak secara rutin juga penting. Memahami tren keamanan dan mengambil langkah pencegahan dapat membantu menikmati kemudahan teknologi hybrid dengan aman.
Pada tahun 2026, lanskap digital telah berubah dengan gaya kerja hybrid yang menjadi norma. Namun, konektivitas tanpa batas ini membuka celah keamanan.
Perubahan kebiasaan ini menjadi peluang bagi penjahat siber yang menggunakan teknik baru yang lebih canggih dan sulit dideteksi.
HP Wolf Security mengidentifikasi tren keamanan utama di tahun 2026, serta memberikan panduan praktis untuk individu dan organisasi agar tetap aman.
1. Pencurian Cookies Jadi Incaran Utama
Peretas tidak lagi fokus menebak kata sandi yang rumit. Mereka kini mencuri cookies, yaitu file kecil di browser yang menyimpan status login.
Dengan mencuri cookies, peretas dapat mengakses akun email, media sosial, atau cloud kantor tanpa kata sandi. Risiko ini besar, terutama bagi pengguna yang memakai satu laptop untuk semua aktivitas.
Solusi: Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA/MFA). Jangan biarkan akun penting dalam status login permanen. Lakukan log out setelah menggunakan layanan perbankan atau email kerja. Edukasi karyawan tentang bahaya pembajakan sesi (session hijacking) juga penting, serta batasi akses administratif melalui browser biasa.
2. AI Generatif untuk Penipuan Lebih Meyakinkan
AI generatif membantu peretas membuat skema penipuan (phishing) yang lebih meyakinkan dengan cepat.
Email penipuan kini lebih personal, spesifik, dan terlihat resmi berkat AI. Mereka juga menggunakan otomatisasi untuk memindai kelemahan sistem lebih cepat.
Solusi: Verifikasi ulang pesan mendesak yang meminta transfer uang atau data sensitif melalui saluran lain. Gunakan perlindungan tingkat perangkat (hardware-level security) untuk mengisolasi ancaman.
3. Laptop Tanpa Pengawasan Jadi Target Empuk
Meninggalkan laptop tanpa pengawasan di tempat umum bisa berakibat fatal.
Ancaman fisik terhadap perangkat meningkat. Alat peretas murah memungkinkan penyusupan malware atau pencurian data secara fisik dalam hitungan menit. Serangan ini sering tidak terdeteksi oleh antivirus.
4. Perangkat Pintar dan Printer Sebagai Pintu Belakang
Printer dan perangkat pintar (smart devices) sering terabaikan dalam hal keamanan.
Perangkat ini menjadi target favorit peretas. Printer yang tidak aman dapat diretas dari jarak jauh untuk menyerang perangkat lain di jaringan karena pengaturan dan kata sandi default pabrik sering tidak diubah.
Solusi: Perlakukan printer dan perangkat pintar seperti komputer. Ubah kata sandi default setelah membeli, dan matikan fitur konektivitas yang tidak digunakan. Pantau aktivitas firmware printer dan pastikan semua perangkat yang terhubung ke jaringan aman.
5. Era Pasca-Kuantum: Ancaman Jangka Panjang
Kemajuan komputasi kuantum (quantum computing) mengancam keamanan data jangka panjang. Komputer kuantum dapat memecahkan sistem enkripsi saat ini dengan mudah.
Artinya, data rahasia yang disimpan saat ini mungkin tidak aman di masa depan tanpa standar baru.
Solusi: Investasi pada perangkat dari merek terpercaya yang memiliki peta jalan keamanan jangka panjang dan berkomitmen pada pengembangan enkripsi yang tahan terhadap serangan komputer kuantum. Lindungi data sensitif dengan standar keamanan tertinggi.
Selain hardware, pembaruan perangkat lunak juga penting untuk melindungi dari malware, ransomware, atau serangan siber lainnya, sehingga meminimalisir risiko kebocoran data.
Pada tahun 2026, keamanan siber menuntut kombinasi kewaspadaan individu, kebijakan organisasi yang tepat, dan pemilihan hardware yang dirancang untuk menahan ancaman modern.
Seperti yang ditekankan oleh HP, dengan memahami tren ini dan mengambil langkah pencegahan sejak dini, kemudahan teknologi hybrid dapat dinikmati tanpa mengorbankan keamanan data.