Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, menyatakan belum mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan kontraknya untuk musim depan usai mengantarkan timnya meraih gelar juara kompetisi kasta kedua pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB.
Kepastian gelar tersebut diraih tim berjuluk Spirit of Garuda setelah menumbangkan PSS Sleman melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Laga waktu normal berakhir imbang 2-2 sebelum dilanjutkan ke babak tos-tosan.
Dilansir dari Bola, Widodo mengaku belum mengetahui nasibnya di klub asal Kabupaten Bogor tersebut dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pihak manajemen. Ia menegaskan status kepelatihannya untuk musim depan masih memerlukan pembicaraan lebih lanjut.
"Semestinya, yang perlu ditanyakan adalah apakah saya masih akan melatih atau tidak. Jadi, saya masih belum tahu bagaimana status saya ke depannya," ujar Widodo Cahyono Putro, pelatih Garudayaksa FC.
Selain mengenai masa depan pribadinya, juru taktik berlisensi AFC Pro tersebut juga belum bisa mengonfirmasi jajaran pemain yang akan dipertahankan. Evaluasi bersama manajemen akan menjadi dasar penentuan komposisi fondasi tim menghadapi musim baru.
Widodo mulai menukangi Garudayaksa FC sejak Maret 2026 setelah memutuskan mundur dari Deltras FC. Kedatangannya saat itu bertujuan menggantikan posisi Erwan Hendarwanto yang sedang menjalani masa pemulihan kesehatan.
Garudayaksa FC merupakan identitas baru dari klub PSKC Cimahi yang diakuisisi investor dan disahkan pada Kongres PSSI 2025. Sepanjang musim 2025/2026, klub ini mencatatkan performa impresif dengan 15 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 3 kekalahan.
Tim ini sebelumnya sudah mengamankan tiket promosi ke kasta tertinggi setelah menjadi pemuncak klasemen Grup Barat dengan raihan 52 poin. Perjalanan menuju gelar juara diakhiri dengan kemenangan atas PSS Sleman yang dinilai Widodo sebagai lawan yang memberikan perlawanan sengit.