Pelatih sepak bola asal Spanyol, Xabi Alonso, dilaporkan menyesali keputusannya menerima tawaran melatih Real Madrid pada musim panas 2025 lalu setelah kondisi internal klub di Santiago Bernabeu terus memburuk sepanjang musim ini. Kabar tersebut muncul ke publik pada Minggu, 10 Mei 2026, menyusul performa tim yang dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi manajemen.
Dilansir dari Bola, situasi di dalam tim kian memanas pasca-insiden bentrokan fisik antara dua pemain pilar, Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde, pada awal pekan ini. Kejadian tersebut mengakibatkan Valverde harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan memperburuk keharmonisan ruang ganti Los Blancos.
Ekspektasi tinggi sebelumnya dibebankan kepada Alonso saat ia menggantikan posisi Carlo Ancelotti tahun lalu. Manajemen klub menargetkan mantan pelatih Bayer Leverkusen tersebut untuk menghentikan dominasi Barcelona di kompetisi domestik serta membawa tim mengejar trofi ke-16 di ajang Liga Champions.
Meskipun sempat memberikan harapan lewat kemenangan 2-1 dalam laga El Clasico pertamanya, posisi Alonso mulai goyah setelah kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Tidak lama setelah kekalahan tersebut, Alonso dan manajemen Real Madrid sepakat untuk mengakhiri kerja sama melalui keputusan bersama.
Berdasarkan laporan Cadena SER, Alonso kini menilai bahwa kepulangannya ke Madrid terjadi terlalu dini. Sang pelatih merasa waktu keputusannya tidak tepat, terutama karena ia sempat menolak tawaran dari klub besar lain seperti Liverpool dan Bayern Munchen demi berlabuh ke Bernabeu.
Perpisahan dengan Alonso juga memicu keretakan hubungan antar-pemain di skuad Real Madrid. Sejak kepergiannya pada Januari lalu, beberapa pemain dilaporkan merasa kecewa, sementara sebagian lainnya justru merasa lega dengan pengakhiran kontrak pelatih berusia 44 tahun tersebut.
Kini Alonso dikabarkan telah menutup lembaran kariernya di Real Madrid untuk sementara waktu dan mulai melirik peluang pekerjaan baru. Namanya kembali dikaitkan dengan Liverpool sebagai kandidat potensial apabila manajemen The Reds memutuskan untuk berpisah dengan pelatih saat ini, Arne Slot, pada bursa transfer musim panas mendatang.