Yamaha menghadapi tantangan berat di awal era mesin empat silinder V4 pada MotoGP 2026. Dalam dua tes pramusim yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, dan Sirkuit Buriram, Thailand, performa motor Yamaha YZR-M1 belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan motor M1 tahun 2025 yang masih mengandalkan mesin Inline-4.
Meskipun Yamaha kurang memuaskan pada musim lalu, Fabio Quartararo mampu mencatatkan hasil yang cukup baik di sesi kualifikasi dan meraih beberapa podium. Namun, Quartararo pesimis hal tersebut akan terulang di tahun 2026 dengan mesin V4.
"Yah, saya rasa itu akan berlangsung sepanjang tahun, jujur saja, karena saya rasa kita tidak bisa menemukan semua yang kita butuhkan dengan sangat cepat,” kata Fabio Quartararo, mengungkapkan bahwa paruh pertama musim MotoGP 2026 akan difokuskan pada pengembangan motor M1 dengan mesin V4.
Yamaha memperkenalkan YZR-M1 versi terbaru yang telah didesain ulang total, diharapkan menjadi andalan bagi Fabio Quartararo dan Alex Rins.
"Ini akan menantang, karena sebagai pembalap Anda ingin berjuang untuk kemenangan atau setidaknya seperti tahun lalu meraih pole position dan barisan depan. Tapi kita masih sangat jauh dari itu," ungkap Fabio Quartararo.
Quartararo menambahkan, "Tahun ini tidak akan ada kemungkinan untuk melakukan lap untuk meraih pole position. Karena jelas itu adalah poin yang kita lewatkan dari tahun lalu, dan saya rasa dalam setengah tahun kita tidak akan menemukannya. Jadi, mari kita lihat apa yang bisa kita capai."
Fabio Quartararo juga mengungkapkan beberapa kelemahan mesin V4 pada motor Yamaha selama tes pramusim di Sepang dan Buriram.
"Saya rasa mesin adalah langkah besar dalam peningkatan kami, tetapi bukan semuanya. Misalnya, kemampuan berbelok motor dan cengkeraman ban adalah titik terlemah saat ini," ujar Quartararo.
Quartararo menambahkan, "Tentu saja, tenaganya belum maksimal, tetapi bagi saya titik terlemahnya adalah saya tidak mampu berbelok dengan baik, saya tidak mampu mencetak waktu putaran dengan mulus."