Yamaha Terapkan Silenzio Stampa Akibat Quartararo Frustrasi

Tim Yamaha menerapkan Silenzio Stampa kepada pembalapnya di MotoGP Thailand 2026 karena Fabio Quartararo sangat marah usai balapan.

Istilah Silenzio Stampa, yang berarti aksi tutup mulut kepada media, dikenal luas dalam sepak bola Serie A. Tim Yamaha menerapkannya kepada seluruh pembalapnya pada balapan MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram.

Keputusan ini diambil karena suasana hati Fabio Quartararo. Anggota tim Yamaha menilai bahwa ini adalah langkah terbaik.

Di Buriram, dua tim Yamaha (pabrikan dan Pramac Racing) hanya mengumpulkan tiga poin. Semua tim melakukan debut balapan MotoGP menggunakan mesin V4.

Fabio Quartararo menjadi pembalap terbaik Yamaha, tetapi hanya finis ke-14, hampir 30 detik di belakang Marco Bezzecchi, pemenang balapan.

Juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, sebelumnya mampu meraih lima pole position dengan motor M1. Namun, di kualifikasi MotoGP Thailand, ia gagal menembus sesi Q2.

Quartararo akan bergabung dengan Honda pada tahun 2027. Musim terakhirnya bersama Yamaha diprediksi akan berlangsung panas dan penuh ketegangan.

Seorang sumber anonim dari Yamaha mengungkapkan kepada Motorsport Espana bahwa Quartararo sangat marah setelah balapan. Pembatalan sesi media dianggap sebagai langkah yang tepat.

"Fabio menyelesaikan balapan dalam kondisi sangat marah," ujar anggota tim tersebut.

"Lebih baik bagi tim jika dia tidak mengatakan apa pun, karena dia bisa saja membuat situasi menjadi sangat rumit," tambah sumber tersebut.

Kekecewaan Fabio Quartararo

Jika Quartararo berbicara sebelum emosinya mereda, hal itu berpotensi menimbulkan kekacauan.

Satu-satunya sisi positif bagi Yamaha adalah keempat motor mereka berhasil mencapai garis finis. Namun, rekaman video menunjukkan bahwa Quartararo mungkin mengalami masalah mesin dalam perjalanan kembali ke garasi setelah balapan.

Recommended