Yanto Basna Ungkap Mentalitas dan Kecerdasan Jadi Kunci Sukses

Yanto Basna mengungkapkan bahwa mentalitas dan kecerdasan menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya di dunia sepak bola.

Perjalanan pesepak bola Yanto Basna menyoroti pentingnya mentalitas dan kecerdasan selain bakat alami. Menurutnya, kedua faktor ini krusial dalam mencapai kesuksesan di dunia sepak bola.

Yanto Basna, kelahiran Sorong, Papua, telah menjadi sosok yang disegani di sepak bola nasional. Bakatnya yang menonjol sejak kecil membawanya ke skuad muda Deportivo Indonesia di Uruguay. Ia juga sempat bergabung dengan tim junior Persib Bandung dan Sriwijaya FC sebelum bersinar di berbagai klub Indonesia dan Liga Thailand.

Meskipun disibukkan dengan karier sepak bola, Yanto Basna berhasil meraih gelar sarjana S1 dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.

Yanto Basna mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan sepak bola, termasuk menimba ilmu di Uruguay. Ia mengungkapkan bahwa dirinya bukan berasal dari keluarga atlet.

"Kalau cerita ke belakang, background keluarga saya sebenarnya bukan atlet. Jadi mungkin waktu saya muncul, saya yang pertama yang bermain sepak bola. Jadi, ya bersyukur tumbuh besar di Papua, sepak bola itu sudah menjadi sesuatu yang dari lahiriah," kata Yanto Basna melalui kanal YouTube Dens.TV.

Fokus pada sepak bola dimulai sejak SD kelas 6, di mana sepak bola sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Papua.

Yanto Basna mengamati ada dua tipe pemain, mereka yang lahir dengan bakat dan mereka yang sukses karena kerja keras. Ia mencontohkan Cristiano Ronaldo sebagai figur pekerja keras.

"Sebenarnya kalau saya melihat sih, sebenarnya ada dua tipe. Ada yang lahir dengan bakat, dan ada yang karena kerja keras. Contohnya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ronaldo dari kerja keras, Messi punya bakat atau talenta," tukasnya.

Ia merasa lebih condong pada tipe pekerja keras, karena awalnya tidak terlalu menonjol dalam hal bakat, melainkan lebih unggul dalam postur tubuh.

Kerja kerasnya mengantarkannya ke skuad muda SAD di Uruguay, yang menjadi titik awal perjalanannya keluar dari Papua. Menurutnya, mentalitas menjadi kunci bagi pemain muda Papua untuk sukses di liga profesional dan luar negeri. Bakat saja tidak cukup.

"Kembali ke mental masing-masing. Kalau dalam beberapa studi dan saya baca, saya sadar bahwa banyak faktor yang memengaruhi pemain muda terutama ya. Apalagi, bakat saja tidak cukup," tukasnya.

Yanto Basna menekankan pentingnya kesempatan dalam karier sepak bola. Tanpa kesempatan, potensi pemain tidak akan berkembang. Kesempatan harus dicari dan diciptakan, bahkan jika perlu keluar dari zona nyaman.

"Jadi kesempatan itu harus dicari dan diciptakan. Ketika gagal di sini, tidak harus serta merta pasrah di situ. Artinya harus menciptakan peluang. Mungkin harus keluar daerah misalnya. Jadi harus bisa menciptakan peluang sendiri," pungkas Yanto Basna.

Recommended