Zinedine Zidane, legenda sepak bola dunia, menempatkan Cristiano Ronaldo sebagai pemain terbaik sepanjang masa versinya. Zidane yang sukses sebagai pemain dan pelatih, membuat pernyataannya selalu menjadi perhatian.
Kariernya sebagai pemain diwarnai dengan berbagai trofi bergengsi di Prancis, Italia, dan Spanyol. Gelar Piala Dunia, Euro 2000, Liga Champions, serta Ballon d'Or melengkapi catatan prestasinya.
Zidane juga membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih dengan mempersembahkan dua gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions untuk Real Madrid, di samping gelar domestik dan internasional lainnya.
Pernyataan Zidane pada tahun 2017 sempat menarik perhatian ketika Cristiano Ronaldo meraih Ballon d'Or kelimanya.
"Ya. Angka-angkanya sudah berbicara, baik dari apa yang telah dia lakukan maupun apa yang masih akan datang," kata Zidane mengenai pertanyaan apakah Ronaldo adalah pemain terhebat sepanjang masa.
"Tidak ada lagi kata-kata untuk menggambarkan Cristiano. Apa yang dia lakukan itu fenomenal. Seorang pemain bisa datang ke Real Madrid, bermain 20 tahun di tim ini, dan tetap tidak mencapai apa yang sudah dia raih," ucapnya.
Dalam konferensi pers yang sama, Zidane berseloroh, "Saya jelas lebih baik!" Namun, ia segera meluruskan dengan nada serius, "Anda tahu apa yang saya pikirkan, dia jauh lebih baik, tetapi saya juga tidak memiliki karier yang buruk," katanya.
Banyak pihak setuju Ronaldo mencatatkan banyak pencapaian. Namun, tak sedikit pula yang menilai Zidane tak perlu merendah. Keduanya layak disebut legenda Real Madrid.
Sebelumnya, pada tahun 2009, Zidane pernah menjagokan Franck Ribery sebagai pemain terbaik dunia. Saat itu, Ronaldo dan Lionel Messi masih berada di fase awal karier mereka.
"Ada banyak pesepak bola yang sangat bagus di dunia, seperti Cristiano Ronaldo atau (Lionel) Messi, tetapi yang terbaik bagi saya adalah Ribery," ujarnya ketika itu.
Ribery menjalani karier gemilang dan merasa pantas meraih Ballon d'Or pada 2013, tetapi penghargaan itu jatuh ke tangan Ronaldo. Ia tak pernah mencapai level puncak seperti Ronaldo, Messi, atau Zidane.
Pilihan Zidane berubah seiring waktu dan pencapaian. Ketika sosok seperti Zidane menyebut seseorang "jauh lebih baik" dari dirinya, dunia sepak bola tak bisa mengabaikannya.