Gelandang Arsenal Martin Zubimendi menyatakan komitmen penuhnya untuk bertahan di London Utara sekaligus menepis spekulasi transfer yang menghubungkan dirinya dengan Real Madrid pada wawancara Jumat (17/4/2026). Pemain berusia 27 tahun tersebut menegaskan kebahagiaannya bersama The Gunners setelah berhasil membawa tim melaju ke semifinal Liga Champions.
Zubimendi didatangkan dari Real Sociedad dengan nilai transfer mencapai 60,8 juta poundsterling pada Juli 2025 lalu. Sebagaimana dilansir dari Bola, pemain asal Spanyol ini menegaskan bahwa ketertarikan dari klub asal Madrid tersebut merupakan bagian dari masa lalu yang tidak lagi ia pikirkan saat ini.
"Hal itu sudah berlalu. Saya sangat fokus dan sangat bahagia di tempat saya sekarang. Bukan hal yang buruk," kata Martin Zubimendi, Gelandang Arsenal saat melakukan wawancara dengan radio Cadena Ser.
Pernyataan tersebut disampaikan Zubimendi sesaat setelah dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga kontra Sporting CP. Kemenangan tersebut memastikan posisi Arsenal di babak empat besar kompetisi tertinggi antarklub Eropa musim ini.
Mengenai performa tim, Zubimendi mengakui bahwa Arsenal sedang melewati periode yang cukup menantang setelah hanya mengemas satu kemenangan dari lima laga terakhir. Namun, ia menilai posisi tim saat ini tetap sesuai dengan target awal musim mereka di berbagai kompetisi.
Zubimendi menyoroti perlunya perbaikan pada efektivitas serangan di sepertiga akhir lapangan guna menjaga konsistensi tim. Ia mengapresiasi soliditas lini pertahanan skuad asuhan Mikel Arteta yang dianggapnya menjadi modal penting dalam menghadapi fase krusial kompetisi.
Tantangan besar kini menanti Arsenal di babak semifinal Liga Champions, di mana mereka dijadwalkan bertemu dengan wakil Spanyol, Atletico Madrid. Zubimendi memperingatkan rekan setimnya untuk waspada karena lawan mereka memiliki gaya bermain yang sangat kompetitif dan sedang dalam tren positif.
Selain persaingan di Eropa, Arsenal juga harus mempersiapkan diri untuk laga krusial di Liga Primer Inggris melawan Manchester City. Zubimendi menganggap setiap pertandingan di sisa musim ini sebagai partai final demi menjaga peluang meraih gelar juara domestik.
Kesiapan mental skuad menjadi sorotan Zubimendi dalam menghadapi jadwal yang padat tersebut. Ia meyakini kesatuan grup yang kuat akan memungkinkan tim memberikan respons positif di lapangan meski menghadapi tekanan besar dari lawan-lawan tangguh.