5 Pelatih Sepak Bola Pindah ke Klub Rival di Eropa

Jose Mourinho hingga Mauricio Pochettino, inilah daftar pelatih sepak bola yang pernah menyeberang ke klub rival di liga top Eropa.

Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk menunjuk Mauricio Pochettino sebagai manajer permanen dengan kontrak tiga tahun. Kepindahan ini menambah daftar pelatih yang pernah menangani klub rival.

Sebelum Pochettino, beberapa nama besar juga pernah melakukan hal serupa. Berikut adalah lima pelatih sepak bola yang menyeberang ke klub rival di liga top Eropa:

Sebelum sukses sebagai pelatih, Mourinho sempat bermain untuk Rio Ave, Belenenses, Sesimbra, dan Comércio e Indústria. Namanya melejit saat melatih Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.

Mourinho beberapa kali tercatat menyeberang ke klub rival. Setelah meraih gelar Liga Champions bersama Inter Milan, ia pindah ke Real Madrid, rival abadi Barcelona. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi asisten manajer di Barcelona pada tahun 2000 di bawah Louis Van Gaal.

Selain itu, Mourinho juga pernah membesut Tottenham Hotspur, yang merupakan rival sekota Chelsea.

2. Harry Redknapp

Redknapp membuat keputusan kontroversial dengan bergabung ke Southampton setelah merasa tidak senang dengan kritikan dari pendukung Portsmouth. Kepindahannya terjadi hanya beberapa pekan setelah meninggalkan Portsmouth.

Anehnya, Redknapp kemudian kembali lagi ke Portsmouth. Meski demikian, suporter Portsmouth tidak mencapnya sebagai pengkhianat setelah ia berhasil mengantarkan tim tersebut meraih juara Piala FA dan tiket ke Eropa.

3. Brian Clough

Persaingan antara Derby County dan Nottingham Forest bahkan dikenal sebagai Brian Clough derby. Setelah meninggalkan Derby, Clough sempat melatih Brighton dan Leeds United sebelum akhirnya mengambil alih Nottingham Forest.

Keputusan ini membuat marah suporter Derby. Namun, Clough justru meraih kesuksesan besar bersama Nottingham Forest dengan mempersembahkan dua gelar Piala Champions (Liga Champions) secara berturut-turut pada musim 1978/1979 dan 1979/1980.

4. Sven-Goran Eriksson

Eriksson menikmati kesuksesan di awal kariernya bersama Gothenburg dan Benfica. Namun, ia mengalami kesulitan di AS Roma dan hanya memenangkan Coppa Italia 1986.

Sepuluh tahun setelah meninggalkan Roma, Eriksson ditunjuk sebagai manajer Lazio. Di sana, ia meraih masa paling sukses dalam kariernya dengan memenangkan dua gelar Coppa Italia, dua Supercoppa Italiana, Piala Winners terakhir, Piala Super UEFA, dan Scudetto.

5. Maurizio Sarri

Setelah melatih Napoli dari 2015 hingga 2018, Sarri kemudian menandatangani kontrak dengan Juventus pada 2019. Meskipun berhasil membawa Juventus meraih gelar Serie A pada musim 2019/2020, Sarri dipecat karena gagal di Liga Champions.

Sarri kemudian menjadi pelatih Lazio pada Juni 2021.

Recommended