AC Milan memegang kendali penuh atas nasib mereka dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Seperti dilansir dari Bola, kemenangan atas Cagliari di San Siro pada Senin (25-5-2026) dini hari WIB akan memastikan Rossoneri finis di posisi empat besar Serie A.
Persaingan menuju kompetisi elite Eropa tersebut tetap sengit hingga pekan terakhir. Saat ini, empat tim masih bersaing ketat untuk memperebutkan dua slot tersisa yang membuat posisi AC Milan belum sepenuhnya aman.
Rossoneri dan AS Roma kini menempati dua posisi terakhir di zona Liga Champions. Kedua tim tersebut mengantongi keunggulan dua poin atas pesaing terdekat mereka, Juventus dan Como.
Situasi di papan klasemen bisa berubah rumit jika AC Milan gagal meraih poin penuh. Hal ini menjadi ancaman nyata apabila Juventus dan Como berhasil memenangi pertandingan masing-masing.
Serie A menerapkan aturan khusus jika ada tim yang memiliki poin akhir yang sama. Kompetisi tertinggi Liga Italia ini tidak langsung menggunakan selisih gol, melainkan melihat hasil head-to-head dan selisih gol dari pertemuan antartim terkait.
AC Milan diuntungkan karena memiliki catatan pertemuan yang baik dengan para rivalnya di empat besar. Hasil imbang sudah cukup meloloskan mereka, bahkan kekalahan pun belum tentu menjadi bencana bagi armada Massimiliano Allegri.
Tim asuhan Massimiliano Allegri tersebut bahkan masih memiliki peluang untuk finis sebagai runner-up di bawah Inter Milan. Syaratnya, Rossoneri wajib mengalahkan Cagliari sementara Napoli terpeleset pada laga lain.
Performa AC Milan sebenarnya terus menurun sejak memenangi laga Derby della Madonnina. Mereka harus rela melihat Inter Milan merayakan gelar ganda domestik, sementara fokus Rossoneri beralih untuk mempertahankan posisi di Eropa.
Pekan lalu, AC Milan harus bersusah payah untuk menundukkan Genoa. Kemenangan tersebut tidak menutupi fakta bahwa mereka terakhir kali mencatat kemenangan beruntun di kancah liga pada awal Maret lalu.
Menjelang laga kandang pamungkas musim ini, rekor AC Milan di San Siro kurang meyakinkan. Mereka tercatat hanya mampu mengemas satu poin dari tiga pertandingan terakhir di markas sendiri.
Meskipun demikian, catatan sejarah berpihak kepada tim tuan rumah. AC Milan sukses memenangi 18 dari 21 laga kandang terakhir melawan Cagliari di Serie A, sedangkan tiga pertandingan lainnya berakhir imbang.
Rossoneri juga hanya kehilangan dua poin dalam delapan pertandingan terakhir mereka pada pekan penutup musim. Catatan positif tersebut termasuk kemenangan telak tiga gol tanpa balas atas Cagliari pada tahun 2020.
Sebaliknya, performa Cagliari sedang terpuruk setelah menelan lima kekalahan dari enam laga terakhir di Serie A. Tim asal Sardinia ini juga takluk 0-1 dari AC Milan pada pertemuan pertama musim ini.
Secara keseluruhan, Cagliari hanya memenangi satu pertandingan dari 42 pertemuan liga terakhir melawan Rossoneri. Kemenangan tandang terakhir klub tersebut atas AC Milan bahkan terjadi sudah sangat lama, yaitu pada Juni 1997.
Namun, Cagliari datang ke San Siro dengan modal positif setelah memastikan diri bertahan di Serie A berkat kemenangan 2-1 atas Torino pekan lalu. Hasil itu membuat mereka menyentuh angka simbolis 40 poin.
Sejak menelan kekalahan 0-3 dari Inter Milan pada pertengahan April, tim asuhan Fabio Pisacane ini mampu bangkit. Mereka sukses mengumpulkan tujuh poin dari empat pertandingan terakhir.
Performa tandang Cagliari tetap mengkhawatirkan karena hanya meraih dua poin dari enam laga tandang sejak Januari. Mereka juga mandul dan gagal mencetak gol dalam dua partai tandang terakhirnya.