Keinginan PSSI untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 harus tertunda setelah AFC menghentikan proses bidding.
Keputusan ini diumumkan melalui surat resmi dari Sekjen AFC, Datuk Seri Windsor John, tertanggal 19 Maret 2026, yang ditujukan kepada seluruh asosiasi anggota yang mengajukan penawaran.
Surat tersebut menyatakan penghentian seluruh tahapan seleksi yang sedang berjalan. AFC mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan perubahan pada kalender pertandingan internasional, berdasarkan komunikasi terbaru dengan FIFA.
Salah satu poin utama adalah permintaan agar Piala Asia diselenggarakan pada tahun genap. Perubahan jadwal ini dinilai berdampak besar terhadap perencanaan turnamen, sehingga AFC memilih meninjau ulang keseluruhan skema kompetisi sebelum melanjutkan proses pemilihan tuan rumah.
"Sesuai dengan Pasal 8.1 dari Regulasi Penawaran untuk Kompetisi, dengan penyesalan kami sampaikan bahwa proses penawaran saat ini untuk Kompetisi akan dihentikan sepenuhnya," jelas AFC.
Sebelumnya, Indonesia bersaing dengan Australia, India, Korea Selatan, dan Kuwait untuk menjadi tuan rumah. Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan juga mengajukan proposal tuan rumah bersama.
Indonesia pernah menjadi tuan rumah Piala Asia pada tahun 2007, saat menjadi penyelenggara bersama dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
AFC memastikan proses bidding akan dibuka kembali setelah penyesuaian selesai. Federasi anggota diminta menunggu informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan mekanisme baru.
Bola.com sedang berupaya mengonfirmasi kabar ini kepada Sekjen PSSI, Yunus Nusi.