Ajax melakukan pergantian pelatih setelah serangkaian hasil kurang memuaskan dalam tiga pertandingan terakhir. Fred Grim resmi diberhentikan, dan Oscar Garcia, yang sebelumnya melatih Jong Ajax, ditunjuk sebagai penggantinya di Eredivisie yang telah berjalan 26 pekan.
Rentetan hasil minor yang diraih Ajax meliputi hasil imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen, skor 0-0 saat melawan PEC Zwolle, dan kekalahan 1-3 dari Groningen. Akibatnya, Ajax terlempar ke posisi lima klasemen dengan perolehan 44 poin.
Posisi Ajax berada di bawah Feyenoord, NEC Nijmegen, dan Twente dalam perburuan tiket Liga Champions. Kondisi ini mendorong manajemen Ajax untuk melakukan pergantian pelatih di tengah musim.
Fred Grim sendiri baru menjabat sebagai pelatih kepala Ajax pada November 2025, menggantikan John Heitinga. Selama masa kepemimpinannya, Grim mencatatkan 9 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 6 kekalahan dalam 21 pertandingan.
Manajemen Ajax langsung bergerak cepat dengan menunjuk Oscar Garcia, pelatih dari Jong Ajax, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Fred Grim. Sementara itu, Fred Grim kembali ke tim muda Ajax.
Oscar Garcia akan dibantu oleh asistennya dari Jong Ajax, termasuk Carlos García (asisten pelatih), Juan Pablo Colinas (pelatih kiper), dan Enrique Sanz (pelatih kebugaran). Jong Ajax sendiri akan dipimpin oleh Paul Nuijten, dengan Urby Emanuelson bergabung sebagai bagian dari staf teknik.
"Oscar García akan mengambil alih tugas Fred Grim. Pelatih kepala Jong Ajax ini, dengan segera, akan memimpin tim utama Ajax. Grim akan kembali ke perannya di akademi Ajax," demikian pengumuman dari laman resmi Ajax.
Setelah gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir, Ajax akan menghadapi Sparta Rotterdam di Johan Cruyff ArenA pada 15 Maret 2026. Kemenangan menjadi harga mati bagi Ajax setelah serangkaian hasil negatif.
Ajax wajib memaksimalkan delapan pertandingan tersisa demi mengamankan posisi runner-up Eredivisie, yang menjadi syarat untuk lolos ke Liga Champions.
Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan klub. "Saya dan Fred telah berbicara hari ini tentang apa yang terbaik untuk klub. Bersama-sama kami sepakat bahwa sesuatu perlu diubah. Dia masuk selama periode yang sulit dan telah melakukan semua yang dia bisa. Kami berterima kasih kepadanya untuk itu. Oscar akan menyelesaikan musim ini. Bulan-bulan mendatang sangat penting bagi klub. Kami masih memiliki delapan pertandingan untuk dimainkan dan kami harus mendapatkan hasil maksimal bersama-sama," terang Jordi Cruyff.
Seruan untuk Bersatu
Sementara itu, Maarten Paes mengomentari kekalahan timnya dari Groningen. Ia menyoroti kurangnya mentalitas dan kekompakan tim.
Kiper berusia 27 tahun itu tidak menyalahkan siapapun atas kekalahan tersebut. Ia hanya berharap agar Ajax bisa lebih bersatu dan memiliki karakter yang kuat.
"Ya, dibutuhkan seperti sebuah tim, bahwa para pemain yang bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain. Di saat-saat sulitlah kita bisa melihat dengan jelas apakah kita adalah sebuah tim atau bukan. Kita semua harus bercermin dan melihat bagaimana kita bisa meningkatkan diri," ungkap Maarten Paes dikutip dari Voetbal Primeur setelah duel di Euroborg, Sabtu (7/3/2026).
"Ketika menang, semua orang berteman. Di saat-saat sulitlah kita bisa melihat dengan jelas apakah kita bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain, apakah kita saling mendukung. Sepak bola adalah permainan yang penuh kesalahan, kita semua melakukannya, tetapi setidaknya kita harus menjadi sebuah tim," tandas Maarten Paes.