Akuatik Indonesia Manfaatkan Teknologi Dongkrak Prestasi

Akuatik Indonesia gunakan teknologi modern, termasuk database atlet dan kecerdasan buatan, untuk tingkatkan prestasi renang nasional.

Akuatik Indonesia terus berupaya meningkatkan prestasi olahraga renang dengan memanfaatkan teknologi modern, termasuk pembangunan database atlet dan penerapan kecerdasan buatan (AI).

Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan demi kemajuan akuatik Indonesia. Hal ini disampaikan saat Rapat Kerja Nasional Akuatik Indonesia di Hotel Arya Duta, Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Salah satu langkah yang diambil adalah pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga renang. Zoraya Perucha, Ketua Bidang Humas & Promosi PB AI, mengungkapkan bahwa pihaknya akan meluncurkan kampanye "Ayo Berenang".

"Akuatik Indonesia memiliki satu program yang sangat penting, yakni Ayo Berenang. Program ini bukan hanya ditujukan untuk para perenang elite di Indonesia, tetapi juga untuk masyarakat luas," kata Zoraya.

Zoraya menambahkan, gerakan Ayo Berenang bertujuan untuk menggalakkan pembibitan dan pemassalan renang, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya survival skill. "Seperti yang kita ketahui, Indonesia dikelilingi laut dan juga kerap dilanda banjir. Karena itu, kemampuan berenang harus menjadi keterampilan dasar yang dikuasai masyarakat Indonesia," ujarnya.

PB Akuatik Indonesia kini aktif di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Tujuannya adalah menjangkau lebih banyak anak muda dan menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga akuatik. Selain itu, mereka juga berencana menggiatkan podcast dan menyiarkan langsung (live streaming) event-event akuatik.

Basis Data Renang dan Kecerdasan Buatan

Selain media sosial, PB AI juga membangun database atlet renang yang signifikan. Tri Pujiyono, Wakil Ketua Bidang Database dan IT, menjelaskan bahwa sistem ini telah dibangun sejak tiga tahun lalu. Saat ini, terdapat 33.000 atlet renang yang terdaftar dalam database.

"Data atlet renang dari seluruh provinsi kami kumpulkan dan diintegrasikan ke dalam satu sistem database. Melalui aplikasi e-aquatic, kami bisa melihat peringkat atlet hanya dalam hitungan detik, sekaligus memantau berbagai capaian prestasi mereka," jelas Tri.

Tri menambahkan, sistem database ini akan dikembangkan dengan teknologi AI melalui platform bernama AMI (Aquatic Mobile Intelligence). Platform ini dirancang untuk mendukung peningkatan prestasi atlet serta membantu pengurus di daerah dan pusat dalam memantau perkembangan atlet dan menentukan pengiriman ke berbagai ajang pertandingan.

Recommended