Alasan Dharma Raj Tinggalkan Malaysia dan Latih Timnas Hoki Indonesia

Dharma Raj mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan Timnas Hoki Malaysia dan menerima tawaran melatih Timnas Hoki Indonesia.

Keputusan Dharma Raj untuk melatih Timnas Hoki Indonesia ternyata menyimpan cerita tersendiri. Pelatih asal Malaysia ini mengungkapkan alasannya meninggalkan timnas negara asalnya dan memilih menerima pinangan dari Indonesia.

Dharma Raj menepis anggapan bahwa kepindahannya disebabkan oleh iming-iming uang setelah Indonesia mengalahkan Malaysia. Ia menegaskan bahwa ada faktor lain yang menjadi pertimbangan utamanya.

Sebelum menerima tawaran dari Indonesia, Dharma Raj telah mengabdi selama 11 tahun di Timnas Hoki Malaysia. Kontraknya yang dievaluasi setiap tahun membuatnya merasa kecewa, terutama setelah ia merasa telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi hoki Malaysia.

"Saya waktu itu merasa kesal. Saya sudah 11 tahun di tim nasional dan memberikan prestasi. Saya meninggalkan usaha dan banyak hal untuk menjadi pelatih. Saya hanya ingin orang menghormati pekerjaan saya sebagai pelatih," kata Dharma Raj.

Kekecewaan tersebut mendorongnya untuk mempertimbangkan tawaran dari Indonesia, yang telah terjalin sejak lama. Pada tahun 2014, ia menjalin hubungan baik dengan Sekjen Federasi Hoki Indonesia yang kemudian menawarinya kesempatan untuk melatih di Indonesia.

Meskipun mengetahui adanya dualisme dalam federasi hoki Indonesia saat itu, Dharma Raj yakin masalah tersebut akan segera terselesaikan. Keyakinan ini dan tawaran yang diterimanya, membuatnya berani mengambil risiko.

"Federasi waktu itu memberikan saya keyakinan kalau mereka akan menjadi satu. Setelah hampir dua tahun FHI menjadi satu federasi bukan dualisme lagi. Setelah itu Indonesia bisa kembali mengikuti pertandingan internasional," tuturnya.

Awalnya, Dharma Raj berencana untuk bolak-balik Malaysia dan Indonesia. Namun, pandemi COVID-19 mengubah segalanya. Ia terjebak di Indonesia selama 18 bulan dan mulai merasakan kecintaannya pada negara ini.

"18 bulan itu saya belajar tentang keramahan orang Indonesia. Saya suka ketekunan mereka kerajinan mereka taat mereka kepada guru, kepada pelatih ya itu semua yang buat saya minat di Indonesia," tutup Dharma Raj.

Recommended