Keputusan Mohamed Salah meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026 menandai berakhirnya era yang penuh prestasi di Anfield. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan klub pada Selasa malam, atau Rabu (25-3-2026) dini hari WIB, yang memastikan perpisahan dengan pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub.
Didatangkan dari AS Roma pada musim 2017/2018, Salah menjelma menjadi ikon Liverpool. Ia turut membantu tim meraih dua gelar Liga Inggris, menjuarai Liga Champions, serta enam trofi lainnya.
Sempat dianggap tak diragukan komitmennya, Salah bahkan menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun lalu, meski menerima tawaran menggiurkan dari Liga Arab Saudi. Namun, performa buruk Liverpool di musim 2025/2026 mengubah segalanya.
Keputusan Salah untuk hengkang sebelum kontraknya usai bukan tanpa sebab. Berbagai persoalan, baik di dalam maupun luar lapangan, menjadi faktor yang menumpuk sejak awal musim, bahkan sejak Agustus.
Liverpool sebenarnya memulai musim dengan optimisme, usai menjuarai Liga Inggris. Mereka melakukan belanja besar dengan mendatangkan pemain bintang seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike. Salah, dengan catatan 34 gol dan 23 assist, serta penghargaan pemain terbaik versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA), diharapkan menjadi pemimpin tim.
Namun, performa tim asuhan Arne Slot justru menurun drastis. Dalam situasi sulit itu, Salah merasa menjadi pihak yang paling disalahkan, meskipun faktor lain seperti adaptasi pemain baru dan penampilan buruk pemain belakang turut berperan.
Konflik dengan Pelatih
Ketegangan memuncak pada Desember, ketika Slot beberapa kali mencadangkan Salah. Situasi ini memicu kritik tajam dari sang pemain, yang merasa dikorbankan dan tidak dihargai oleh klub yang telah dibelanya selama sembilan tahun.
Hubungan keduanya sempat memanas sebelum akhirnya mereda. Salah kembali masuk ke susunan pemain utama, tetapi kondisi itu tidak cukup untuk membalikkan performa Liverpool. Juara bertahan Liga Inggris itu kini terpuruk di peringkat kelima dan berjuang untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Performa Menurun dan Tekanan Suporter
Performa Salah juga menurun. Dalam 34 penampilan musim 2025/2026, ia baru mencetak 10 gol. Sebagian suporter mulai meminta talenta muda Rio Ngumoha menggantikannya di tim utama.
Salah yang sebelumnya dielu-elukan, perlahan menjadi sorotan kritik. Di tengah posisinya yang terancam, klub-klub dari Liga Amerika Serikat dan Liga Arab Saudi disebut siap memboyongnya.