Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan serangkaian kritik tajam terhadap Paus Leo XIV melalui platform Truth Social pada Minggu (12/4/2026). Perselisihan ini dipicu oleh pernyataan pemimpin umat Katolik tersebut yang menilai kebijakan luar negeri pemerintahan Trump cenderung agresif dan tidak terduga.
Ketegangan bermula ketika diplomat tertinggi Vatikan menerima teguran dari pejabat Pentagon atas komentar Paus Leo XIV mengenai Perang Iran. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Rabu (15/4/2026), narasi perselisihan antara Washington dan Vatikan terus berkembang setelah pertemuan antara Kardinal Christophe Pierre dan Eldridge Colby terungkap ke publik.
Dalam doa malam di Vatikan pada Sabtu (11/4/2026), Paus Leo XIV menyerukan penghentian rencana persenjataan ulang oleh para pemimpin dunia. Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati seharusnya ditunjukkan melalui pelayanan terhadap kehidupan, bukan melalui pamer kekuasaan atau pemujaan terhadap uang.
Donald Trump merespons pernyataan tersebut dengan menyebut Paus Leo XIV bersikap lemah dalam isu kejahatan dan politik luar negeri. Trump membandingkan sang Paus dengan saudaranya, Louis Prevost, yang merupakan pendukung gerakan MAGA di Florida, dan menuding Vatikan telah dipengaruhi oleh tokoh-tokoh sayap kiri.
"Leo harus memperbaiki perilakunya sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti menuruti keinginan sayap kiri radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan politisi," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dalam unggahannya di Truth Social.
Selain serangan verbal, Trump sempat mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai sosok religius sebelum akhirnya menghapus konten tersebut. Wakil Presiden JD Vance berdalih bahwa unggahan gambar tersebut hanyalah sebuah lelucon yang tidak dipahami oleh banyak orang.
Menanggapi serangan tersebut, Paus Leo XIV menyatakan dalam kunjungan ke Afrika bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam debat politik dengan Trump. Ia menegaskan bahwa tugas gereja adalah menyuarakan pesan Injil dan menentang segala bentuk peperangan demi perdamaian dunia.
Paus Leo XIV juga menegaskan bahwa dirinya tidak merasa takut terhadap tekanan dari pemerintahan Amerika Serikat. Ia berpesan agar seluruh pemimpin dunia duduk di meja dialog untuk mengakhiri konflik dan melakukan rekonsiliasi demi keselamatan warga sipil yang tidak bersalah.