Andik Vermansah Terapkan Pendekatan Humor Bina Pemain Muda Garudayaksa FC

Andik Vermansah menggunakan pendekatan humor untuk mencairkan kecanggungan dengan pemain muda Garudayaksa FC di kompetisi Liga 2.

Kapten Garudayaksa FC, Andik Vermansah, secara konsisten menerapkan pendekatan personal berbasis humor untuk membimbing rekan setimnya yang berusia lebih muda pada kompetisi Liga 2 musim 2026. Langkah ini diambil guna mengikis batasan senioritas yang kerap menghambat komunikasi di dalam tim profesional.

Mantan pemain Timnas Indonesia tersebut kini mengemban tanggung jawab sebagai figur senior di usianya yang menginjak 34 tahun. Andik berupaya memastikan atmosfer ruang ganti tetap kondusif mengingat terdapat selisih umur yang cukup signifikan dengan beberapa pemain, termasuk penggawa yang masih berusia 18 dan 19 tahun.

Dilansir dari Bola, Andik mengungkapkan bahwa sikap jenaka sengaja ia tunjukkan agar para pemain muda tidak merasa sungkan saat berinteraksi, baik di luar maupun di dalam lapangan. Ia meyakini bahwa hubungan yang cair akan mempermudah koordinasi teknis saat pertandingan berlangsung.

"Cara saya ngemong beda mungkin sama yang lain. Saya lebih pendekatannya bercanda dulu, biar nanti di lapangan dia enggak segan sama saya. Pokoknya saya setiap ketemu selalu bercanda," kata Andik Vermansah, pemain Garudayaksa FC.

Andik menjelaskan bahwa proses adaptasi melalui candaan ini biasanya dilakukan secara intensif pada pekan pertama pertemuan. Setelah kecanggungan hilang, barulah ia memberikan arahan teknis dan penjelasan mengenai visi bermain kepada rekan-rekannya.

Meski mengutamakan suasana santai di lingkungan tempat tinggal atau mes pemain, penegasan mengenai disiplin tetap diberlakukan saat berada di area pertandingan. Andik menekankan pentingnya pengalaman pemain senior sebagai referensi bagi pemain muda dalam menghadapi situasi sulit di lapangan.

Pemain yang pernah merumput di Liga Malaysia bersama Selangor dan Kedah ini juga menyoroti peran krusial dua atau tiga pemain senior dalam satu tim. Menurutnya, keberadaan figur berpengalaman sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan mental dan stabilitas skuad sepanjang kompetisi berlangsung.

Recommended