Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan pernyataan tanggung jawab setelah timnya dipastikan gagal menjuarai kompetisi BRI Super League 2025/2026 pada Selasa (12/5/2026). Kegagalan ini menyusul hasil buruk yang didapat Macan Kemayoran pada pekan ke-32.
Kekalahan tipis 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026), menjadi titik penentu tertutupnya peluang juara bagi Persija. Hasil tersebut membuat selisih poin Persija tidak mungkin lagi mengejar posisi puncak klasemen dalam dua laga tersisa.
Dilansir dari Bola, Persija saat ini tertahan dengan koleksi 65 poin dan dipastikan mengakhiri musim di peringkat ketiga. Jumlah poin tersebut terpaut 10 angka dari pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung, serta peringkat kedua, Borneo FC Samarinda.
"Lupakan tahun ini. Saya selaku manajer Persija memohon maaf dan siap bertanggung jawab karena telah gagal untuk memenuhi target menjadi juara di tahun ini," ujar Ardhi Tjahjoko melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (12/5/2026).
Ardhi juga menyatakan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh elemen tim selama kompetisi berlangsung. Purnawirawan berpangkat Marsda TNI tersebut menegaskan kesiapannya untuk menerima segala konsekuensi atau keputusan yang akan diambil oleh manajemen klub terkait masa depannya.
Dalam pertandingan krusial di Samarinda tersebut, Persija sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui gol Alaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Namun, dua gol balasan dari pemain Persib, Adam Alis, pada menit ke-28 dan ke-37 membalikkan keadaan sekaligus mengakhiri ambisi juara tim ibu kota.
Meskipun gagal meraih gelar, posisi Persija di urutan ketiga sudah dipastikan aman dari kejaran pesaing di bawahnya. Jarak 12 angka dengan Dewa United di peringkat keempat memastikan tim asuhan Ardhi Tjahjoko tetap berada di zona tiga besar pada akhir musim nanti.