Sebuah kapal tanker minyak berbendera Palau yang telah disanksi oleh Amerika Serikat mengalami serangan di perairan dekat Semenanjung Musandam, Oman. Serangan tersebut mengakibatkan empat orang terluka, menurut informasi dari Pusat Keamanan Maritim Oman.
Penyebab serangan terhadap kapal tanker tersebut masih belum diketahui. Namun, insiden ini terjadi setelah serangan drone sebelumnya di pelabuhan komersial Duqm, Oman, yang menghadap langsung ke Laut Arab. Serangan ini merupakan yang pertama kali menyasar target di dekat Oman setelah serangkaian serangan balasan oleh Iran terhadap pangkalan militer AS di wilayah Teluk.
Kapal yang diserang terdaftar dengan nama Skylight dan dikelola oleh Red Sea Ship Management LLC, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada Senin (2/3/2026), mengutip data LSEG. Pada Desember 2025, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada Red Sea Ship Management dan Skylight atas dugaan keterlibatan mereka dalam mengoperasikan armada bayangan untuk mengangkut produk minyak Iran di kawasan Timur Tengah.
Menurut data dari Tankertrackers.com, Skylight merupakan kapal tanker kecil yang umumnya digunakan untuk pengisian bahan bakar kapal lain. Kapal ini telah berlabuh di Musandam sejak 22 Februari 2026. Semenanjung Musandam di Oman berbagi kendali atas Selat Hormuz dengan Iran, sebuah jalur strategis penting yang menjadi lalu lintas sekitar seperlima dari konsumsi minyak global.
Sebelumnya, kantor berita negara Oman melaporkan bahwa dua drone menyerang pelabuhan komersial Duqm pada hari Minggu, menyebabkan seorang pekerja asing terluka. Puing-puing dari drone lain ditemukan di dekat tangki bahan bakar di Duqm, namun tidak ada korban jiwa atau kerugian material yang dilaporkan akibat insiden tersebut.