Arne Slot Pastikan Bertahan di Liverpool Meski Hadapi Tekanan

Manajer Liverpool Arne Slot menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya dan tetap memimpin tim musim depan walau menghadapi kritik besar.

Manajer Liverpool Arne Slot menegaskan dirinya tidak pernah mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya meskipun harus menghadapi musim yang sulit dan gelombang kritik dari berbagai pihak. Posisi pelatih asal Belanda tersebut dipastikan aman untuk menakhodai The Reds pada musim depan sebagaimana dilansir dari Bola.

Klub raih hasil mengecewakan dalam upaya mempertahankan gelar Liga Inggris musim ini hingga memicu cemoohan dari suporter di Stadion Anfield. Kendati demikian, Slot tetap optimistis dapat membawa perubahan positif dan meyakini struktur tim akan jauh lebih siap menghadapi kompetisi mendatang.

“Saya selalu ingin melanjutkan pekerjaan ini dan saya tidak pernah sekalipun berpikir untuk pergi. Seperti yang sudah sering saya katakan, saya rasa klub ini akan berada di posisi yang jauh lebih baik musim depan,” ujar Arne Slot, Manajer Liverpool.

Target utama tim saat ini adalah mengamankan posisi empat besar demi satu tiket di kompetisi antarklub tertinggi Eropa. Slot menilai kemampuan mengelola tekanan publik merupakan syarat mutlak agar seorang pelatih bisa menanganani tim sebesar Liverpool.

“Saya selalu bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya umur saya berapa? Saya rasa saya 47 tahun! Jadi saya bukan anak 12 tahun lagi,” kata Arne Slot, Manajer Liverpool.

Mantan pelatih Feyenoord tersebut menjelaskan bahwa dinamika pro dan kontra dari suporter merupakan hal biasa yang sudah dia hadapi sejak masih aktif bermain. Pengalaman masa lalu membantunya tetap tenang di tengah situasi sulit saat ini.

“Kadang orang menganggap Anda pemain yang hebat, kadang mereka tidak terlalu menyukai Anda. Sebagai manajer juga sama,” kata Arne Slot, Manajer Liverpool.

Evaluasi menyeluruh terhadap performa pribadi juga dilakukan Slot sepanjang musim ini berjalan. Dia merasa kemampuannya dalam mengontrol ruang ganti dan meredam kritik media sudah berkembang ke arah yang cukup baik.

“Jika Anda tidak bisa menghadapi kritik, Anda tidak akan pernah bisa berada di klub seperti ini. Itu juga salah satu hal yang saya pelajari musim ini: saya ternyata cukup baik dalam menghadapi kritik,” ujar Arne Slot, Manajer Liverpool.

Fokus utama skuad kini dialihkan sepenuhnya pada laga tandang krusial melawan Aston Villa di Stadion Villa Park. Tambahan tiga poin dari pertandingan tersebut akan otomatis mengunci posisi Liverpool di zona Liga Champions.

Kegagalan di kompetisi domestik dan Eropa diakui Slot mulai terasa berat sejak dua bulan lalu setelah menelan kekalahan beruntun dari Paris Saint-Germain dan Manchester City. Hasil minor tersebut menutup seluruh peluang mereka untuk mengangkat piala tahun ini.

“Itu pertama kalinya kami tidak lagi punya peluang memenangkan trofi apa pun. Namun, kami masih bisa memenangkan tiket Liga Champions,” ucap Arne Slot, Manajer Liverpool.

Ketiadaan gelar pada musim ini menjadi catatan tersendiri dalam rekam jejak karier kepelatihannya yang biasanya akrab dengan raihan trofi di akhir musim.

“Ini pertama kalinya dalam karier saya, bahwa saya tidak bertanding untuk trofi pada akhir musim. Hanya sekali saya pernah tidak memenangkan sesuatu, jadi sekarang akan menjadi tahun kedua. Itu akan menjadi hal yang baru bagi saya,” ujarnya Arne Slot, Manajer Liverpool.

Terkait kondisi tim medis, penyerang Mohamed Salah dilaporkan berpeluang masuk ke dalam daftar susunan pemain setelah pulih dari cedera hamstring. Namun, penyerang asal Mesir tersebut kemungkinan besar tidak akan diturunkan sejak menit pertama.

Di sektor lain, penjaga gawang utama Alisson Becker masih diragukan untuk tampil akibat kondisi kebugaran, sementara gelandang Florian Wirtz harus absen karena sedang menjalani perawatan antibiotik akibat sakit. Kabar baik datang dari lini belakang setelah Ibrahima Konate dipastikan fit pascacedera ringan melawan Chelsea minggu lalu.

Manajemen Liverpool juga telah menyusun rencana pramusim untuk memulangkan gelandang muda Harvey Elliott yang masa peminjamannya di bawah arahan Unai Emery dinilai kurang berjalan maksimal.

Recommended