Arsenal tengah menyiapkan strategi transfer musim panas yang ambisius sambil berjuang di jalur perburuan gelar Liga Primer Inggris. Klub asal London Utara ini diketahui membidik talenta muda asal Brasil, Lucca Marques, untuk memperkuat skuad jangka panjang. Di sisi lain, performa dan emosi penyerang andalan mereka, Viktor Gyokeres, juga menjadi sorotan di tengah musim yang padat.
Seperti dilansir dari Bola, skuad asuhan Mikel Arteta akan menghadapi Bournemouth pada Sabtu, 11 April 2026, dengan harapan bisa memperlebar jarak di puncak klasemen. Saat ini, The Gunners unggul sembilan poin dari Manchester City yang masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit. Kemenangan dramatis atas Sporting CP sebelumnya diyakini telah meningkatkan kepercayaan diri tim.
Momen emosional tersaji bagi Viktor Gyokeres saat Arsenal berhadapan dengan mantan klubnya, Sporting CP, di Liga Champions. Penyerang berusia 27 tahun ini tampil impresif bersama Sporting CP dengan mencetak 97 gol dari 102 penampilan, sebelum akhirnya bergabung dengan Arsenal musim panas lalu.
Meskipun proses kepindahannya ke Arsenal sempat menimbulkan ketegangan dan dikabarkan Gyokeres sempat mogok bermain untuk memaksakan transfer, ia menunjukkan rasa hormat yang tinggi saat menghadapi mantan klubnya. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Gyokeres terlihat tidak ikut merayakan gol kemenangan Kai Havertz bersama rekan-rekannya. Setelah pertandingan, ia bahkan menulis di media sosial, "Perasaan yang luar biasa bisa kembali ke tempat spesial ini dengan banyak kenangan. Terima kasih atas sambutannya, lanjut ke pertandingan berikutnya."
Perdebatan Mengenai Pilihan Penyerang Arsenal
Pilihan Arsenal untuk merekrut Gyokeres dengan nilai transfer 64 juta pound dari Sporting CP sempat memicu kritik dari beberapa pihak, termasuk mantan gelandang Liverpool, Vladimir Smicer. Menurut Smicer, seperti dikutip dari AcehGround, Arsenal mungkin bisa mengunci gelar Liga Inggris lebih cepat jika mereka mendatangkan Patrik Schick, penyerang Bayer Leverkusen, dibandingkan Gyokeres.
Smicer, legenda Republik Ceko, menilai Schick memiliki kualitas teknis dan insting gol yang lebih tajam. "Patrik Schick adalah pencetak gol klasik. Di kotak penalti, ia sangat, sangat cerdik dan mampu mencetak gol dari segala sudut," ujar Smicer. Ia juga menambahkan, "Jika Schick bergabung dengan Arsenal alih-alih Viktor Gyokeres, saya rasa mereka mungkin sudah memenangkan gelar Liga Premier."
Secara statistik, Gyokeres telah mencetak 17 gol dari 44 penampilan di seluruh kompetisi, sementara Schick mengoleksi 16 gol dari 35 pertandingan di Bundesliga. Meskipun Gyokeres mulai menunjukkan ketajamannya di paruh kedua musim, efisiensi di depan gawang tetap menjadi poin perdebatan.
Arsenal Incar Wonderkid Brasil, Lucca Marques
Selain fokus di lapangan, Arsenal juga aktif dalam perburuan pemain di bursa transfer. Klub asal London ini dikaitkan dengan Lucca Marques, wonderkid berusia 18 tahun dari Sao Paulo. Pemain muda ini mulai menarik perhatian setelah berhasil menembus skuad utama Sao Paulo FC.
Namun, Arsenal tidak sendirian dalam perburuan Lucca, karena Borussia Dortmund juga menunjukkan minat yang sama. Lucca saat ini diperkirakan memiliki nilai pasar sekitar 2,6 juta pound, meskipun Sao Paulo diperkirakan akan meminta harga yang lebih tinggi. Laporan yang beredar mengindikasikan bahwa Arsenal menjadi klub yang paling maju dalam proses negosiasi.
Lucca Marques masih terikat kontrak dengan Sao Paulo hingga tahun 2028 dan merupakan bagian dari Tim Nasional Brasil U-20. Perkembangannya musim ini sempat sedikit terhambat karena cedera paha, sehingga ia baru tampil enam kali. Secara keseluruhan, Lucca telah mencatatkan 16 penampilan bersama tim utama Sao Paulo dan mencetak gol senior pertamanya di Copa Libertadores pada Mei lalu. Dengan kombinasi pemain berpengalaman seperti Gyokeres dan incaran talenta muda seperti Lucca, Arsenal menunjukkan keseriusan dalam membangun skuad yang kompetitif untuk jangka panjang.