Sebuah superkomputer memprediksi akhir musim Premier League 2025/26 dengan hasil yang kontras bagi dua klub London Utara. Arsenal dijagokan menjadi juara, sementara Tottenham Hotspur justru diprediksi terdegradasi.
Simulasi terbaru menunjukkan bahwa Tottenham Hotspur berpotensi turun kasta ke EFL Championship. Di sisi lain, Arsenal memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara liga.
Performa buruk Tottenham dalam beberapa pekan terakhir menjadi dasar prediksi ini. Kekalahan dari Crystal Palace memperburuk posisi mereka di klasemen, hanya satu poin di atas zona degradasi setelah tanpa kemenangan di awal 2026.
Tekanan besar kini berada di pundak pelatih sementara, Igor Tudor, yang masih berjuang meningkatkan performa tim. Tottenham telah menelan lima kekalahan beruntun di liga, memperdalam ancaman degradasi.
Superkomputer memprediksi Tottenham memiliki peluang 75,4 persen untuk terdegradasi. Jika ini terjadi, akan menjadi bencana besar bagi klub yang berstatus juara bertahan UEFA Europa League.
Superkomputer melakukan 10.000 simulasi sisa pertandingan Premier League. Hasilnya, Tottenham diproyeksikan terdegradasi bersama Wolverhampton Wanderers dan Burnley.
Arsenal, di sisi lain, memiliki peluang 68,4 persen untuk menjuarai Premier League musim ini. Kemenangan atas Brighton & Hove Albion memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen.
Tottenham menjadi satu-satunya tim Premier League yang belum meraih kemenangan di tahun 2026. Rekor 11 pertandingan tanpa kemenangan menjadi yang terburuk sejak 1975.
Ancaman degradasi menjadi kenyataan yang harus dihadapi Spurs. Ironisnya, rival sekota mereka justru berpeluang meraih gelar liga pertama dalam lebih dari dua dekade.
Tantangan Tottenham berikutnya adalah bertandang ke Anfield menghadapi Liverpool, yang diprediksi finis di posisi kelima dan lolos ke UEFA Champions League.
Sisa musim ini akan menjadi periode krusial bagi Tottenham. Degradasi yang diprediksi superkomputer bisa menjadi kenyataan jika mereka tidak segera bangkit.