Arsenal dikabarkan sedang menyiapkan manuver transfer yang mengejutkan. Klub berjuluk The Gunners tersebut diam-diam ingin memboyong gelandang Manchester City berdarah Indonesia, Tijjani Reijnders, seperti dilansir dari Bola.
Gelandang asal Belanda itu baru bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2025 dengan nilai transfer mencapai 46,5 juta poundsterling. Namun, ketidakjelasan mengenai peran jangka panjangnya di Etihad Stadium mulai memicu ketertarikan dari klub lain.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dilaporkan masih ingin memperkuat skuad juara miliknya. Nama Reijnders kini muncul sebagai target kejutan untuk mengisi lini tengah mereka.
Menurut laporan TEAMtalk pada Kamis (21/5/2025), Arsenal memasukkan nama Reijnders ke dalam daftar belanja. Langkah ini diambil sambil terus mengevaluasi opsi menjelang dibukanya bursa transfer musim panas 2026.
Pemain Timnas Belanda tersebut sebenarnya menjalani awal yang menjanjikan bersama City setelah didatangkan dari AC Milan. Ia tercatat membukukan 12 dari total 15 kontribusi golnya sebelum pergantian tahun.
Performa tersebut sempat memperlihatkan kualitas yang membuat City berani mengeluarkan dana besar untuk merekrutnya. Di sisi lain, para pendukung Arsenal F.C. baru saja merayakan keberhasilan tim menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya sejak 2004 pada 19 Mei 2026.
Peran Reijnders di skuad Manchester City mulai tidak aman seiring berjalannya musim. Persaingan di lini tengah City yang semakin ketat membuat pemain berusia 27 tahun itu disebut frustrasi karena menit bermain yang tidak konsisten.
Situasi ini membuat sejumlah klub mulai memantau perkembangannya, dengan Arsenal menjadi salah satu tim besar yang menaruh minat. Manchester City dikabarkan terbuka untuk berdiskusi jika ada tawaran di kisaran 45 juta poundsterling.
Nilai tersebut dianggap menarik bagi Arsenal. Sebab, gelandang berpengalaman di klub elite biasanya dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal di pasar transfer.
Keputusan akhir mengenai transfer ini juga bisa dipengaruhi oleh rencana City di lini tengah. Klub berjulukan The Sky Blues tersebut terus dikaitkan dengan beberapa pemain baru, sementara situasi pemain seperti Elliot Anderson dan Rodri dapat berdampak pada masa depan Reijnders.
Karakteristik Permainan Reijnders
Tijjani Reijnders dalam beberapa kesempatan pernah dibandingkan dengan mantan bintang Man City, Kevin De Bruyne. Perbandingan ini muncul tidak lama setelah performa apik Reijnders di awal masa kedatangannya.
Namun, sang gelandang sendiri terus meredam ekspektasi tersebut. Ia menegaskan bahwa gaya bermainnya sangat berbeda dengan De Bruyne.
Reijnders melihat dirinya lebih sebagai gelandang box-to-box nomor 8 ketimbang seorang playmaker kreatif murni. Perbedaan peran ini menjadi penting karena label sebagai penerus De Bruyne selalu menjadi beban yang tidak realistis bagi pemain mana pun.
Reijnders sebenarnya belum bisa dikatakan gagal di Manchester City. Hanya saja, musim debutnya berlangsung dalam lingkungan yang sangat kompetitif sehingga ia sulit menemukan ritme permainan yang konsisten.
Bagi Arsenal, daya tarik utama sang pemain bukan untuk mencari tiruan De Bruyne. Mereka lebih membutuhkan gelandang berbakat secara teknik, pekerja keras, dan serba bisa untuk menambah kedalaman skuad serta energi bagi tim.