Arteta Tegaskan Arsenal Bukan Tim yang Mudah Menyerah

Mikel Arteta menepis anggapan bahwa Arsenal adalah tim yang mudah menyerah, meski sempat kehilangan poin penting di Liga Inggris.

Mikel Arteta dengan tegas menolak anggapan bahwa Arsenal adalah tim yang mudah menyerah (bottlers). Penolakan ini muncul di tengah persaingan gelar Premier League yang semakin ketat.

Arsenal saat ini masih memimpin klasemen sementara Premier League. Namun, keunggulan poin mereka terus tergerus setelah serangkaian hasil kurang memuaskan.

Label "bottlers" kembali menghantui Arsenal setelah mereka gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat ditahan imbang 2-2 oleh Wolves. Hasil ini tentu saja membuat persaingan gelar semakin memanas.

Manchester City kini memiliki peluang untuk mengejar Arsenal, apalagi mereka masih memiliki satu pertandingan tunda. Pertandingan krusial antara City dan Arsenal di Etihad pada bulan April mendatang berpotensi menjadi penentu arah gelar juara.

Meskipun demikian, Arsenal masih unggul lima poin di puncak klasemen, tetapi telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Tekanan semakin terasa karena The Gunners memiliki catatan kurang baik, yaitu selalu menjadi runner-up dalam tiga musim terakhir.

Kritik mulai bermunculan setelah hasil imbang melawan Wolves. Beberapa pihak menilai bahwa Arsenal kembali menunjukkan tanda-tanda goyah di saat-saat penting.

Istilah "bottlers" digunakan untuk menggambarkan tim, manajer, atau pemain yang gagal memenangkan pertandingan atau kejuaraan meski berada di posisi yang menguntungkan. Kegagalan ini seringkali disebabkan oleh tekanan atau mental yang kurang kuat. Kondisi ini merujuk pada tim yang menyia-nyiakan keunggulan besar atau turun ke posisi kedua setelah memimpin klasemen hampir sepanjang musim.

Menanggapi hal tersebut, Arteta menyatakan penolakannya terhadap label tersebut. "Itu pendapat pribadi, dan Anda harus menghormatinya. Kami kehilangan dua poin melawan Wolves dengan cara seperti yang terjadi di pertandingan itu, dan kami harus menerimanya. Itu bagian dari peran kami," ujar Arteta, seperti dikutip dari ESPN, Sabtu (21/2/2026).

"Tetapi kata itu tidak ada dalam kosakata saya dan saya tidak melihatnya seperti itu, karena saya tidak berpikir ada siapa pun yang berniat melakukan hal tersebut. Saya tidak akan menggunakan kata itu," tegasnya.

Arsenal saat ini telah mencapai final Carabao Cup dan lolos ke fase gugur Liga Champions setelah menyapu bersih delapan pertandingan fase grup. Mereka juga menjadi favorit untuk melaju ke perempat final Piala FA, di mana mereka akan menghadapi Mansfield di putaran kelima pada bulan Maret.

Namun, performa Arsenal belakangan ini tengah menjadi sorotan. Mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan liga terakhir.

Arteta pun memuji reaksi para pemainnya. "Ketika kami tidak berada pada standar, saya mengambil tanggung jawab penuh. Saya rasa saya tidak pernah menyalahkan satu pemain atau tim," tuturnya.

"Saya bisa berbicara soal standar, ya, dan di babak kedua (melawan Wolves) kami tidak berada pada standar itu, yang wajar mengingat banyaknya pertandingan yang kami mainkan. Tetapi jika ada yang bertanggung jawab, itu adalah saya," lanjutnya.

"Kami punya instruksi yang sangat jelas. Kami harus hidup di masa kini, dan masa kini itu indah. Kami berada tepat di posisi yang kami inginkan di setiap kompetisi. Jadi tetap tenang, mata dan telinga terbuka, dan memahami apa yang dibutuhkan para pemain agar tampil maksimal," imbuhnya.

"Apa yang saya lihat dari para pemain adalah reaksi yang luar biasa. Dan saya sama sekali tidak terkejut. Yang sangat menarik bagi saya adalah bab berikutnya, siapa kami sebenarnya, dan bagaimana kami menulis takdir kami sendiri ke depan," pungkas pelatih asal Spanyol itu.

Recommended