Aston Villa Menjuarai Liga Europa Setelah Menumbangkan Freiburg di Istanbul

Aston Villa meraih trofi Liga Europa 2025/2026 setelah mengalahkan Freiburg 3-0 di Istanbul melalui gol Tielemans, Buendia, dan Rogers.

Aston Villa berhasil menjuarai Liga Europa 2025/2026 setelah menumbangkan Freiburg dengan skor telak 3-0 pada pertandingan final di Tupras Stadyumu, Istanbul, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini dilansir dari Bola menjadi trofi Eropa pertama bagi klub asal Birmingham tersebut sejak tahun 1982.

Tiga gol kemenangan The Villans masing-masing dicetak oleh Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers. Hasil ini tidak hanya bersejarah bagi klub, tetapi juga mengukuhkan dominasi sang manajer, Unai Emery, dan penjaga gawang mereka, Emiliano Martinez.

Keberhasilan mengangkat trofi kasta kedua Eropa ini sekaligus mempertahankan rekor sempurna Emiliano Martinez yang belum pernah kalah di seluruh partai final sepanjang karier profesionalnya. Kiper berusia 33 tahun tersebut kini telah mengoleksi tujuh kemenangan final beruntun termasuk kompetisi domestik dan internasional.

Catatan final Martinez dimulai saat memenangkan FA Cup 2020 dan Community Shield 2020 bersama Arsenal. Tren positif tersebut berlanjut bersama Timnas Argentina saat menjuarai Copa America 2021, Piala Dunia 2022, Finalissima 2022, serta Copa America 2024.

Sementara itu, pelatih Unai Emery resmi menjadi manajer pertama dalam sejarah UEFA Cup atau Liga Europa yang mampu memenangkan kompetisi tersebut sebanyak lima kali. Emery mencetak sejarah baru setelah sebelumnya meraih kesuksesan serupa bersama dua klub berbeda asal Spanyol.

Juru taktik asal Spanyol tersebut memulai dominasinya di kompetisi ini dengan membawa Sevilla meraih gelar juara tiga musim beruntun pada 2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016. Setelah itu, Emery sukses membawa Villarreal mengangkat trofi pada musim 2020/2021 usai menundukkan Manchester United.

Gelandang Aston Villa, Youri Tielemans, mengutarakan dinamika performa timnya yang sempat terpuruk pada awal musim kompetisi sebelum akhirnya bangkit menuju tangga juara.

"Musim ini penuh naik turun. Kami memulai musim dengan sangat buruk dan standar kami jauh dari harapan," ujar Tielemans.

Pemain tengah berkebangsaan Belgia tersebut menambahkan bahwa ketekunan seluruh elemen tim menjadi kunci keberhasilan mereka mengamankan tiket Liga Champions sekaligus meraih gelar juara.

"Cara kami bangkit menunjukkan kualitas pemain dan staf pelatih. Kami terus bekerja keras, terus percaya, dan akhirnya mendapatkan hasilnya. Kami lolos ke Liga Champions musim depan dan memenangkan trofi," lanjut Tielemans.

Kemenangan di Turki ini memastikan Aston Villa menutup musim dengan torehan trofi sekaligus menempatkan kembali nama mereka ke dalam daftar jajaran klub elite di kompetisi Eropa.

Recommended