Atletico Madrid berhasil menundukkan Barcelona dengan skor 2-0 dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions yang berlangsung sengit di Camp Nou. Kemenangan ini memberikan keunggulan penting bagi Los Rojiblancos menjelang leg kedua.
Gol-gol dari Julian Alvarez dan Alexander Sorloth menjadi penentu kemenangan Atletico. Laga berubah drastis setelah bek Barcelona, Pau Cubarsi, diganjar kartu merah karena menjatuhkan Giuliano Simeone yang berpeluang mencetak gol.
Situasi ini, menurut laporan Bola.com, membuat Barcelona berada dalam posisi sulit, terutama setelah mereka juga menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey sebelumnya. Kekalahan di Camp Nou ini mengakhiri rekor 14 kemenangan beruntun Barcelona di stadion yang telah direnovasi tersebut.
Julian Alvarez dengan cemerlang mengeksekusi tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter, langsung bersarang ke sudut atas gawang, tak lama setelah Cubarsi diusir dari lapangan. Gol ini membalikkan momentum pertandingan secara signifikan.
Meski bermain dengan 10 pemain, Barcelona tetap menunjukkan dominasinya. Namun, Atletico berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-70 melalui Alexander Sorloth, yang memanfaatkan umpan silang untuk menaklukkan pertahanan Blaugrana.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan VAR yang memberikan kartu merah kepada timnya. Namun, ia juga mempertanyakan tidak adanya peninjauan VAR untuk insiden dugaan handball yang dilakukan Marc Pubill dari Atletico.
Harapan Barcelona untuk Bangkit
Meskipun kalah dua gol tanpa balas di kandang, bek Barcelona Ronald Araujo tetap optimis. "Akan sulit di sana (Madrid), tetapi jika ada yang bisa melakukannya, itu adalah kami," ujar Araujo seperti dikutip dari sumber berita.
Barcelona harus berjuang keras pada leg kedua di Madrid untuk membalikkan keadaan dan melaju ke semifinal. Mereka perlu menunjukkan kekuatan ofensif yang lebih tajam, seperti yang terlihat dari Marcus Rashford yang menciptakan banyak peluang namun kurang klinis dalam penyelesaian akhir.
Hansi Flick sendiri menolak untuk menyerah. Dia menekankan pentingnya kerja tim dan tidak hanya bergantung pada satu pemain bintang. "Fokus utamanya adalah tim. Kami membutuhkan semua orang di lapangan, bukan hanya Lamine Yamal," kata Flick, menanggapi performa gemilang Lamine Yamal yang baru saja mencetak hattrick di La Liga.
Pelatih asal Jerman ini menuntut timnya tampil sempurna: solid di belakang, tajam di depan, dan yang terpenting, memiliki keyakinan kuat untuk bisa melaju ke final. "Kami tertinggal empat gol, kami ingin mewujudkan hal yang mustahil. Ini adalah tujuan kami besok. Kami tahu ini tidak akan mudah, tetapi kami tidak pernah menyerah," ucap Flick, dikutip dari Bola.com.
Atletico Madrid berhasil mencatatkan kemenangan pertama mereka di Camp Nou sejak Februari 2006, mengakhiri rentetan 25 kunjungan tanpa kemenangan. Hasil ini menjadi langkah besar bagi mereka menuju trofi Liga Champions yang sangat mereka dambakan.