Bagnaia Minta Uji Coba Wajib di Sirkuit Baru MotoGP

Francesco Bagnaia mendesak adanya sesi uji coba wajib di sirkuit baru MotoGP, menyusul masalah lintasan di Brasil.

Francesco Bagnaia menyerukan agar sesi uji coba wajib diterapkan di sirkuit baru MotoGP. Permintaan ini muncul setelah serangkaian masalah lintasan mewarnai gelaran MotoGP Brasil.

Menurut Bagnaia, uji coba dengan motor MotoGP menjadi satu-satunya cara efektif menguji kesiapan lintasan. Hal ini menyusul adanya kendala teknis yang muncul selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP di Brasil.

Masalah utama di Brasil adalah kualitas aspal yang memaksa pengurangan delapan lap pada balapan utama. Meski perbaikan lintasan diklaim telah memenuhi standar FIM, insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang ketatnya sertifikasi sirkuit.

"Saya pikir ke depan kita harus benar-benar memiliki kesempatan untuk melakukan uji coba sebelum balapan sehingga kita bisa mengidentifikasi masalah apa pun," kata Bagnaia.

Sebelumnya, lintasan di Brasil telah diuji menggunakan motor produksi massal. Namun, Bagnaia menilai metode ini tidak memadai untuk mengungkap potensi masalah yang ada.

"Kalau Anda mengendarai motor produksi di sebuah lintasan, Anda tidak bisa melihat batas maksimalnya. Saya rasa ini perubahan yang perlu dilakukan," ujarnya.

Musim depan, MotoGP akan kedatangan dua sirkuit baru, yakni di Buenos Aires dan Adelaide.

Solusi dari Bagnaia

Bagnaia menyadari bahwa penambahan sesi uji coba, terutama di luar Eropa, akan menimbulkan tantangan logistik dan biaya. Oleh karena itu, ia menawarkan solusi alternatif dengan memanfaatkan pembalap penguji tim pabrikan.

"Bagi saya, pembalap penguji sudah cukup," kata Bagnaia.

Ia mencontohkan pengalaman positif saat uji coba di Indonesia pada tahun 2022.

"Ketika kami bisa melakukan uji coba di Indonesia, itu sangat bagus karena kami bisa mencoba ban. Kami menyadari ban tersebut belum sempurna dan akhirnya diganti untuk balapan," ungkapnya.

"Memang tidak semua pembalap penguji memaksimalkan motor hingga batasnya, tetapi itu tetap lebih baik daripada tidak sama sekali," imbuh rider asal Italia itu.

Recommended