Nasib kurang baik menimpa Bali United di putaran kedua BRI Super League. Serdadu Tridatu masih berjuang untuk meraih kemenangan.
Selain performa tim yang kurang memuaskan dengan hanya dua kali imbang dan tiga kekalahan, gawang Mike Hauptmeijer juga sudah kebobolan 13 gol. Kini, Bali United menghadapi masalah baru berupa sanksi berat dari Komdis PSSI.
Sanksi tersebut berupa larangan menggelar dua laga tandang tanpa penonton saat menghadapi Persijap Jepara di pekan ke-23 dan PSBS Biak di pekan ke-24. Hukuman ini merupakan akibat dari tindakan suporter yang melempar kursi ke lapangan saat pertandingan melawan Persija Jakarta pada pekan ke-21 BRI Super League di Stadion Dipta.
Tak hanya larangan tanpa penonton, Bali United juga didenda total Rp380 juta. Rinciannya adalah denda Rp60 juta saat melawan Persebaya Surabaya karena penyalaan 2 flare, serta denda Rp320 juta saat menghadapi Persija akibat pelemparan kursi, botol minuman, penyalaan 15 flare, dan kembang api.
Manajemen Serdadu Tridatu belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi ini. Performa buruk tim diduga menjadi penyebab kekesalan suporter yang berujung pada tindakan tersebut.
Reaksi Suporter
Salah satu basis suporter Bali United, North Side Boys 12 (NSB12), memberikan komentar di akun Instagram Bali United bahwa kejadian ini seharusnya menjadi cambuk bagi tim untuk berbenah.
"Didukung langsung sudah, diberi semangat dan motivasi sudah. Didoakan juga sudah. Lantas apa yang harus dilakukan untuk membuat Bali United bisa menang di atas lapangan pertandingan?" tulis NSB12.
"Anggap saja larangan tanpa penonton sebagai cambuk untuk kalian. Seperti tidak ada marwah yang kalian pertaruhkan. Semoga tidak ada lagi yang bermain asal-asalan," tutup NSB12.
Pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Persija Jakarta berhasil mengalahkan Bali United 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta (15/2/2026) lewat gol Gustavo Almeida di menit ke-7. Kemenangan ini menjaga posisi Persija di peringkat ketiga klasemen.