Bali United berhasil meraih kemenangan signifikan atas PSBS Biak dengan skor 6-1 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Dipta pada Senin malam, 6 Juni 2026. Hasil ini didapatkan setelah Pelatih Johnny Jansen melakukan penyesuaian strategi bermain pada timnya, seperti dilansir dari Bola.
Perubahan skema tersebut melibatkan penggunaan false nine tanpa target man murni. Trio Diego Campos, M. Rahmat, dan Rahmat Arjuna diplot sebagai ujung tombak. Di lini tengah, Teppei Yachida berperan sebagai motor serangan, dan kontribusinya terlihat jelas dengan satu assist serta satu gol yang berhasil dicetaknya.
Pertandingan melawan PSBS Biak menandai kali kedua Yachida bermain penuh selama 90 menit. Sebelumnya, gelandang berusia 24 tahun itu juga tampil penuh saat menghadapi Persis Solo pada pekan sebelumnya. Strategi ini dianggap dapat menjadi solusi untuk menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pada Minggu, 12 April 2026 mendatang.
Yachida mengungkapkan bahwa kemenangan telak ini menjadi penebus kekecewaan atas hasil kurang memuaskan saat melawan Persis Solo di pekan ke-25. “Saya merasa kecewa dengan hasil pekan sebelumnya, jadi saya berlatih keras setelah waktu libur, dan itu membuahkan hasil yang baik untuk tim pekan ini,” ujarnya.
Skema yang diterapkan oleh Johnny Jansen dalam laga kontra PSBS Biak sangat efektif, terbukti dengan terciptanya 23 peluang ke gawang lawan. Yachida mengakui adanya instruksi khusus dari pelatih asal Belanda tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pola permainan yang menghasilkan enam gol tersebut sudah diasah dalam sesi latihan. “Pelatih meminta saya untuk membantu tim dengan mencetak gol. Diego memberi saya umpan bagus di posisi yang tepat, jadi yang harus saya lakukan hanyalah mencetak gol untuk tim,” kata Yachida.
Menurut Yachida, persiapan maksimal sepanjang minggu latihan juga berkontribusi besar terhadap performa apik Bali United. Dengan delapan pertandingan tersisa hingga akhir musim, Yachida bertekad untuk terus memberikan kontribusi maksimal.
“Saya ingin memiliki peluang di setiap pertandingan, jadi saya ingin terus mencetak gol dan membantu tim meraih kemenangan,” tambahnya, menegaskan ambisinya untuk sisa kompetisi.
Set Piece sebagai Kekuatan Tambahan
Aspek set piece, yang sebelumnya menjadi perhatian Bali United, kini menunjukkan peningkatan signifikan. Meskipun memiliki pelatih khusus untuk bola mati, tim sempat kesulitan baik dalam mengantisipasi maupun memanfaatkan peluang set piece.
Namun, dalam pertandingan melawan PSBS Biak, situasi berbeda. Set piece justru menjadi salah satu senjata andalan Bali United. Bek tengah Joao Ferrari, yang mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, mengamini hal ini.
“Saat latihan, kami ada waktu tambahan untuk set piece,” ungkap mantan bek tengah PSIS Semarang itu. “Kami semua ingin ada peningkatan permainan dan menunjukkan bahwa kami lebih baik dalam sepakan bola mati. Sekarang kami bisa mencetak banyak gol dan salah satunya juga berasal dari set piece.”