Bandung bjb Tandamata akan menghadapi dua pertandingan penentuan pada seri terakhir babak reguler Proliga 2026 di Sentul, Bogor. Tim ini berupaya untuk menjaga asa menembus final four.
Selain fokus pada pembenahan performa, Bandung bjb Tandamata bertekad memaksimalkan sisa pertandingan musim ini. Para pemain diharapkan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah ketatnya persaingan di papan tengah.
Dari segi komposisi pemain, Bandung bjb Tandamata mengandalkan sejumlah pemain kunci di lini pertahanan dan penyerangan. Nama-nama seperti Maradanti Namira Tegariana, Shintia Alliva Mauludina, dan Wikantyasning Larasati memegang peranan penting dalam rotasi tim.
Manajer tim, Asep Sukmana, memastikan bahwa kondisi fisik dan mental para pemain terus dipantau menjelang pertandingan penting ini. Asep menegaskan bahwa seluruh elemen tim telah dipersiapkan secara matang untuk menghadapi laga krusial.
"Dalam hal kebugaran, kami mempunyai pelatih fisik yang tentunya telah mempersiapkan kebugaran pemain untuk menghadapi pertandingan krusial. Tidak hanya kebugaran, kami juga terus membenahi mental bertanding, soliditas dan strategi bermain yang sudah dipersiapkan oleh tim pelatih," jelas Asep.
Calista Maya Ersandita juga menyatakan bahwa kondisinya semakin membaik setelah sempat mengalami cedera. Ia pun menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
"Apa pun yang terjadi nanti, saya tetap ingin membuktikan kalau saya sebagai pemain muda, juga bisa berkontribusi besar untuk tim. Kalau cedera, saya justru lebih termotivasi untuk sembuh sesegera mungkin dan kembali lebih kuat dari sebelumnya," ungkap Calista.
Pada seri Sentul, Bandung bjb Tandamata akan berhadapan dengan Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Livin' Mandiri. Saat ini, Bandung bjb Tandamata berada di peringkat keenam dengan perolehan 12 poin, berada di bawah Livin' Mandiri (16 poin) dan Popsivo (14 poin).
Risco menyatakan bahwa proses adaptasi dengan pemain asing baru terus berjalan menjelang dua pertandingan tersebut. Ia memastikan bahwa komunikasi antar pemain sudah mengalami perbaikan dibandingkan sebelumnya.
"Memang putaran satu kita lebih padu karena sudah latihan selama satu bulan bersama. Begitu ada rotasi pemain asing, mau tidak mau kita menyesuaikan lagi dengan pemain asing baru. Tapi sebagian besar pemain sudah mengenal Madeline sehingga tidak butuh waktu lama untuk adaptasi," kata Risco.