Gol telat dari Lamine Yamal membuat Newcastle United harus menerima hasil imbang 1-1 melawan Barcelona. Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions ini berlangsung di St James Park, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB.
Newcastle sebenarnya sudah sangat dekat dengan kemenangan sebelum Malick Thiaw menjatuhkan Dani Olmo di kotak penalti.
Wasit Marco Guida tanpa ragu menunjuk titik putih. Lamine Yamal, yang baru berusia 18 tahun, sukses mengeksekusi penalti dan menaklukkan Aaron Ramsdale di menit ke-96.
Sebelumnya, Newcastle sempat memimpin melalui gol Harvey Barnes pada menit ke-86. Barnes juga hampir mencetak gol sebelumnya, tetapi tendangan melengkungnya membentur tiang gawang.
Harvey Barnes mengakui bahwa gol Lamine Yamal sangat sulit diterima. "Ini sulit. Mencetak gol terasa luar biasa. Anda bisa merasakan energi dari para suporter. Kami sebenarnya bermain sangat baik. Kebobolan di menit akhir sangat sulit diterima, tetapi skor masih imbang dan kami masih punya leg kedua," kata Barnes, seperti dikutip dari ESPN.
Pelatih Newcastle, Eddie Howe, menyebut gol penyama kedudukan itu sebagai situasi yang terlalu mudah terjadi. Ketika ditanya apakah timnya pantas mendapatkan hasil lebih baik, ia menjawab: “Ya, tentu saja.”
“Penampilan tim sangat bagus, sangat baik di semua fase permainan. Saya pikir kami mampu membatasi mereka dengan pertahanan yang sangat solid, dan kami juga menyerang dengan baik. Meski kami tidak menciptakan terlalu banyak peluang bersih, saya merasa tetap ada peluang bagi kami sepanjang pertandingan. Sangat menyenangkan akhirnya bisa mencetak gol, tetapi serangan terakhir dalam pertandingan, sentuhan terakhir dalam laga, itu sangat sulit diterima," ujar Howe.
Optimisme Newcastle di Camp Nou
Meskipun demikian, Eddie Howe tetap yakin timnya bisa menyulitkan Barcelona saat leg kedua digelar di Camp Nou pekan depan.
“Besok ketika kami bangun dan melihatnya dengan kepala dingin, kami akan melihat sisi positifnya. Pertandingan ini masih sangat terbuka dan kami bermain sangat baik,” ujarnya.
“Kami menunjukkan kualitas kami. Kami tampil sangat kompetitif. Tantangannya adalah kami harus bisa melakukan itu secara konsisten. Kami sudah menunjukkan bahwa kami bisa bermain melawan tim terbaik ketika berada dalam performa terbaik.”
Barcelona Cukup Puas
Barcelona, yang sebelumnya menang 2-1 di kandang Newcastle pada laga pertama fase grup September lalu, sempat menunjukkan kilasan kualitas mereka dan akhirnya pulang dengan hasil yang cukup berharga. Namun, mereka berada di bawah tekanan dalam waktu yang cukup lama dan tampak puas bisa pulang dengan skor imbang.
“Jika sebelum pertandingan Anda bertanya kepada saya dan hasilnya 1-1, saya pasti sudah merasa senang,” kata Flick.
“Sejujurnya saya lebih senang dengan hasilnya. Saat menguasai bola kami tidak bermain dengan baik. Kami kehilangan terlalu banyak bola dan melakukan kesalahan yang terlalu mudah," ujar Flick.
“Pertandingan ini tidak mudah. Kami membuat terlalu banyak kesalahan, Anda bisa melihatnya dalam pertandingan. Ketika kami bisa mengontrol bola, segalanya menjadi lebih mudah bagi kami. Tetapi itu belum cukup. Kami harus bermain jauh lebih baik pekan depan," imbuh dia.