BNI Catat Laba Bersih Rp5,6 Triliun pada Kuartal I 2026

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp5,6 triliun pada kuartal I 2026 yang didorong pertumbuhan kredit dan dana murah.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berhasil membukukan laba bersih senilai Rp5,6 triliun sepanjang kuartal I 2026 pada Rabu, 29 April 2026. Pencapaian ini dilansir dari Medcom dipicu oleh ekspansi kredit yang kuat serta optimalisasi penghimpunan dana murah di tengah kondisi ekonomi global.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perusahaan ditopang oleh kenaikan dana murah (CASA) sebesar 26,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp731,6 triliun per Maret 2026. Peningkatan ini bersumber dari pertumbuhan giro sebesar 39,7 persen dan tabungan sebesar 10,4 persen secara tahunan.

Ketersediaan dana tersebut mendorong penyaluran kredit BNI tumbuh 20,1 persen secara tahunan mencapai Rp919,3 triliun pada periode yang sama. Penyaluran modal tersebut dialokasikan secara seimbang pada segmen perbankan bisnis dan ritel untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Peningkatan operasional ini berdampak pada kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,1 persen secara tahunan, sementara pendapatan non-bunga juga mengalami pertumbuhan sebesar 12,6 persen. Perseroan turut mencatatkan perbaikan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 1,9 persen.

"BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan," kata Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Rabu, 29 April 2026.

Putrama menjelaskan bahwa BNI memperkuat struktur permodalan melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai USD700 juta atau sekitar Rp11,9 triliun pada April 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa depan.

Dari sisi efisiensi, BNI mencatatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5 persen dengan tingkat kecukupan modal (KPMM) berada di posisi 18,5 persen. Angka tersebut menunjukkan posisi likuiditas dan permodalan bank tetap kuat dan berada di atas ketentuan regulator.

Perseroan juga menginisiasi program transformasi BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment) untuk memperkuat jaringan hingga ke tingkat kantor cabang. Fokus inisiatif ini adalah memberdayakan unit operasional terkecil dalam mendukung sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan ekonomi desa.

Recommended