Bologna Singkirkan Roma di Liga Europa, Italiano Kagum

Vincenzo Italiano memuji Bologna yang mampu menyingkirkan Roma di Liga Europa, menyebutnya sebagai pencapaian luar biasa.

Pelatih Bologna, Vincenzo Italiano, mengakui keunggulan Roma, namun menegaskan bahwa timnya telah melampaui batas untuk memastikan tempat di perempat final Liga Europa. Italiano juga mengantisipasi status underdog timnya saat melawan Aston Villa.

Bologna akan menghadapi Aston Villa di perempat final, dengan leg pertama di Stadio Dall'Ara pada 10 April, dan leg kedua di Villa Park seminggu kemudian.

"Kami sudah dua kali menghadapi Aston Villa di kandang mereka, jadi kami datang dengan kesadaran bahwa kami adalah underdog. Tapi, kami akan menyiapkan sesuatu dan mencoba melakukan hal luar biasa lagi," kata Italiano kepada Sky Sport Italia.

Sebelumnya, Bologna menyingkirkan Roma dalam laga sesama tim Italia. Italiano menilai anak asuhnya mampu membalikkan situasi, meski di atas kertas lawan lebih kuat.

"Anda bisa melihat atmosfer stadion sejak awal. Kami menghadapi tim yang kuat dan saya bilang peluangnya 49-51 untuk lolos, tapi kami berhasil membalikkan itu dan melanjutkan langkah di kompetisi Eropa yang penting ini," ujarnya.

Italiano menggambarkan kemenangan itu sebagai pencapaian besar.

"Pertandingannya luar biasa. Kami sangat senang datang ke sini dan melakukan apa yang kami lakukan; mendaki gunung. Saya hanya bisa memberi selamat kepada para pemain atas performa luar biasa, karena menang dalam atmosfer seperti ini melawan Roma adalah pencapaian nyata," imbuhnya.

Dalam dua leg, Bologna tak pernah tertinggal. Mereka bermain imbang 1-1 di leg pertama, lalu unggul di leg kedua lewat gol Jonathan Rowe.

Bologna sempat memimpin 3-1 di Stadio Olimpico melalui penalti Federico Bernardeschi dan gol Santiago Castro. Namun, Roma menyamakan skor menjadi 3-3 dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Di perpanjangan waktu, Nicolo Cambiaghi mencetak gol penentu.

"Kami kesulitan dalam 20 menit pertama untuk menahan tekanan Roma, tapi kemudian kami mulai menguasai permainan di area mereka dan menjalankan apa yang sudah kami siapkan," lanjut Italiano.

"Ketika masuk perpanjangan waktu, gol pertama sangat menentukan, dan kami berhasil mendapatkannya."

Stadio Olimpico menjadi tempat penuh kenangan manis bagi Bologna. Di stadion yang sama, mereka meraih trofi Coppa Italia musim lalu setelah mengalahkan Milan, gelar pertama dalam 51 tahun.

Italiano dikenal punya rekam jejak kuat di kompetisi piala. Sebelum menangani Bologna, ia membawa Fiorentina mencapai dua final Conference League serta satu final Coppa Italia.

"Saya hanya mencoba menghormati setiap kompetisi dengan cara terbaik, dengan semangat, persiapan, dan usaha maksimal. Turnamen seperti ini tidak panjang, jadi kami harus menemukan cara untuk menyulitkan lawan, bahkan jika di atas kertas mereka lebih kuat," ucapnya.

"Kami melewati fase liga yang sulit, memenangkan play-off yang berat, dan hari ini mengalahkan tim yang dalam segala hal lebih unggul dari kami. Tapi, jika memainkan kartu dengan cara terbaik, hasil seperti ini bisa diraih."

Di tengah wawancara, Italiano mengaku harus segera kembali ke ruang hangat karena kondisi kesehatannya.

"Saya harus cepat kembali dan meninggalkan para pemain saat mereka merayakan, karena sejak terkena pneumonia, dokter meminta saya segera kembali ke tempat hangat dan menjaga kondisi," katanya sambil tersenyum.

Sebelumnya, Italiano sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan akibat pneumonia, bahkan harus memimpin sesi latihan tim dari jarak jauh.

Recommended